in Berita Pasar by yeremia
Poundsterling Inggris diperdagangkan menurun seiring dengan perhatian pasar yang masih berkutat ke masalah Brexit, sehingga berakibat pada terhalangnya sentimen resiko kendati harga minyak kembali naik tipis dari level harga terendah dalam satu bulan.

Sterling tetap tak berkutik pada hari Rabu ini (06/04) walaupun peningkatan sentimen resiko setelah pantulan harga minyak dan ancaman Brexit yang menggantung mata uang pundsterling.

Harga minyak naik tipis pagi ini setelah menyentuh level rendah satu bulan, karena API mengumumkan bahwa jumlah persediaan minyak menurun sebesar 4.3 juta barel. Apalagi perwakilan Kuwait di OPEC menyampaikan bahwa pihaknya masih mungkin melakukan pembekuan output minyak meskipun Iran menolak. Komentar tersebut dianggap oleh pasar sebagai dukungan bagi kenaikan harga minyak.

Saat ini, trader tinggal berharap pada laporan dari Energy Information Administration, yang merupakan sumber resmi dari pemerintah AS, untuk mengkonfirmasi adanya penurunan persediaan minyak pada minggu lalu, setelah persediaan minyak terus membanjir dalam tujuh pekan beturut-turut.

Saat ini GBP/USD terpantau turun sebesar 0.11 persen pada kisaran level harga 1.4144 dolar AS setelah sempat menyentuh penurunan ke level harga 1.4113 pada sesi awal tadi.

Selain itu, perhatian seputar Brexit juga berlanjut dan membebani sterling yang tetap mengalami penurunan terhadap USD pada tahun 2016 ini. Tidak ada kejadian yang penting di Eropa, oleh karena itu fokus perhatian beralih pada sesi AS dengan rilisnya data notulen meeting FOMC.

c_sf_164749_TM1459936048_Pound GBP/USD: Sterling Tak Mampu Balikkan Sentimen Negatif