[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_text_block id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]GBP/USD merosot meskipun dolar AS terus melemah, namun hari ini diperkirakan akan bergerak bullish sampai mencapai key-resistant pada kisaran 1.4716 sebelum kemudian akan bergerak bearish dalam penyelesaian pergerakan wave 4.

Fokus perhatian akan tertuju kepada stres ekonomi dan masalah yang akan disebabkan oleh Brexit. Sterling juga menghentikan pergerakan rally tiga hari terhadap dolar karena data menunjukkan pertumbuhan ekonomi Inggris melambat pada kuartal pertama.

Rally Cable ini sempat naik ke level tertinggi terhadap Dollar AS sejak Februari di tengah gonjang-ganjing isu Brexit. OECD kemarin mengatakan bahwa Inggris akan menghadapi “kejutan negatif utama” jika ia meninggalkan Uni Eropa. “Kondisi pertumbuhan UK belum menjadi pendorong utama mata uang tahun ini,” demikian Manuel Oliveri, ahli strategi valuta asing pada unit Credit Agricole di London.

Pada grafik H4 di bawah ini dapat dilihat salah satu kemungkinan hitungan Elliott Wave yang dapat membantu anda mengambil keputusan trading hari ini.[/sdf_text_block][sdf_image id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”http://www.seputarforex.com/sfmateri/sf_064205_263705_1.png” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][/sdf_col][/sdf_hero]