Anggota Dewan Bank Sentral Jepang (BoJ), Yukitoshi Funo, mengatakan bahwa kemerosotan permintaan dari negara-negara berkembang dan volatilnya pasar finansial bisa melukai sektor ekspor dan belanja modal. Pernyataan Funo itu ditanggapi sebagai sinyal akan kesiapan bank sentral untuk memperluas stimulus apabila risiko mulai menggelincirkan perekonomian Jepang dari pemulihan yang pada dasarnya memang masih rapuh.

Masih Setengah Jalan
Pertumbuhan upah pun agak melemah, bahkan meski perusahaan-perusahaan telah mencatatkan keuntungan dan tingkat pengangguran mengalami penurunan, lanjut Funo. Ia menekankan bahwa Jepang masih setengah jalan dalam mencapai target inflasi 2 persen.

“BoJ siap untuk mempromosikan kembali kebijakan moneter longgar menggunakan ketiga perangkat kebijakan yakni kuantitas, kualitas (pembelian aset), begitu juga dengan suku bunga,” kata Funo dalam pidatonya di hadapan para pimpinan perusahaan-perusahaan di Kobe, Jepang Barat, di Rabu (23/03) hari ini.

Funo merupakan salah satu dari sembilan pemilik hak suara penentu kebijakan di BoJ, yang menyuarakan keputusan pro terhadap suku bunga negatif Januari lalu demi menghindarkan Jepang dari risiko-risiko eksternal yang menunda keberlanjutan pertumbuhan dan berujung pada deflasi.

Funo yang juga mantan jajaran eksekutif Toyota Motor Corp tersebut melaporkan bahwa pengiriman mobil ke AS dan Eropa bertambah banyak karena produsen mobil kawakan Jepang tersebut memilih untuk berproduksi dari dalam negerinya saja.

Kendati demikian, ia menambahkan bahwa pertumbuhan ekspor secara umum mungkin tak akan sesuai dengan ekspektasi karena perlambatan dalam negara-negara berkembang melukai ekspor ponsel pintar dan barang-barang yang berkaitan dengan tekonologi informasi lainnya.

Pagi ini, Dolar AS mulai menyundul-nyundul naik terhadap Yen menuju angka 112.40, dari level rendah 115.53 yang sempat tersentuh di pembukaan sesi perdagangan pekan ini karena yen yang perkasa berkat berbagai kegalauan tingkat global.

sf_113536_262049_funo_boj Funo BoJ Khawatirkan Susutnya Permintaan Ekspor Jepang