[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_image id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”https://www.ifx.web.id/wp-content/uploads/poundsterling95.gif” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][sdf_text_block id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Berita forex di hari Senin(2/5) poundsterling terpantau alami penguatan terhadap dollar AS menjelang padatnya laporan pasar manufaktur dalam mengawali perdagangan minggu ini. Di sisi lain, pidato dari Gubernur Bank Sentral Eropa Mario Draghi dinilai akan menjadi fokus penggerak mata uang tungal Eropa awal minggu ini.

Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, GBPUSD terpantau menguat 0.03% dengan diperdagangkan pada level 1.4604 dimana pasangan tersebut bergerak dengan menyentuh level low di 1.4588 dan level high di 1.4623. Pada index dollar AS, yang memperlihatkan performa greenback terhadap enam mata uang utama lainnya telah terpantau turun 0.04% di level 92.98.

Poundsterling masih bertahan untuk bergerak di zona positif jelang siang ini, ketika permintaan greenback masih dibayangi tekanan pasca hambatan pertumbuhan ekonomi di wilayah AS. Pada pekan lalu, hasil pertemuan kebijakan FOMC bulan April yang dirilis pada pekan lalu berisikan bahwa The Fed kembali menunda kenaikan suku bunga mereka untuk ketiga kalinya sejak Januari 2016 silam.

Faktor lain yang menjadi pemicu pelemahan greenback terjadi dikarenakan oleh pertumbuhan domestik bruto AS yang melambat untuk periode kuartal pertama. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Biro Analis Ekonomi menyebutkan bahwa PDB AS naik sebesar 0.5% untuk kuartal satu, lebih rendah dari sebelumnya yang mana telah naik sebesar 1.4%.

Sementara itu, padatnya laporan fundamental dunia hari ini diperkirakan akan mampu memberikan gejolak pergerak harga pasar forex maupun commodity metals. Serangkan laporan tersebut meliputi data pasar manufaktur Eropa dan AS, belanja konstruksi AS, dan pidato dari Gubernur Bank Sentral Eropa Mario Draghi.[/sdf_text_block][/sdf_col][/sdf_hero]


Tinggalkan Balasan