[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_text_block id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Euro terjungkit pada Selasa (19/04) sore ini setinggi 0.25 persen dari level sebelumnya, tepatnya di level 1.1340 selama pembukaan sesi perdagangan Frankfurt. Pair tersebut melangkah ke level tinggi harian, dengan menguji zona resisiten di angka 1.1330 – 1.340. Lonjakan di atas level resisten tersebut, menurut analis dari WBPOnline, dapat menjadi sinyal bullish bagi EUR/USD sampai ke angka 1.14.

Kendati sebetulnya tak ada bullish fundamental bagi EUR/USD, mengingat bangkitnya sentimen minat risiko yang berdampak pada penguatan Dolar AS, pair tersebut tetap terangkat naik karena adanya perbedaan imbal hasil. EUR/USD menghimpun momentum bullish dalam pembukaan sesi Eropa hari ini, dan masih membuka peluang untuk terus naik.[/sdf_text_block][sdf_image id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”http://www.seputarforex.com/sfmateri/sf_152228_263115_euro_koin.jpg” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][/sdf_col][/sdf_hero]