in Berita Pasar by yeremia
Euro tampak tidak terpengaruh oleh gejolak yang terjadi di pasar minyak kemarin, terbukti dari EUR/USD yang diperdagangkan flat menjelang pembukaan sesi perdagangan London Senin (18/04) sore ini yakni di angka 1.1285.

Pertemuan negara-negara produsen minyak di Doha, Qatar pada hari Minggu (17/04) kemarin menghasilkan keputusan yang nihil akan pembekuan output minyak. Iran menolak untuk bergabung membekukan output minyaknya pasca diangkatnya sanksi terhadap negara tersebut, sedangkan Arab tak mau mengetuk palu pembekuan produksi jika Iran tak ikut bergabung.

“Harga minyak mentah sudah merosot tajam sejak pembukaan perdagangan Asia yang biasanya tenang, setelah pertemuan negara-negara penghasil minyak yang digelar di Doha gagal menciptakan kesepakatan untuk membekukan output. Kisruh yang terjadi antara Saudi dan Iran membuat kesepakatan yang sedianya sudah hampir disetujui oleh semua peserta pertemuan, termasuk negara non OPEC seperti Rusia dan Mexico, kembali meredup,” kata Jasper Lawler, analis pasar di CMC Markets Inggris, kepada WBPOnline sore ini.

Karena tak tercapainya persetujuan, harga minyak mentah berjangka AS CLc1 pun terjun bebas 6.7 persen kembali ke harga kepala 3, tepatnya $37.68 per barelnya. Perkiraan dari Amrita Sen dari Energy Aspects bahkan menyebutkan, harga minyak bisa terjun ke bawah $40 di hari Senin ini akibat reaksi spontan pasar. Menurutnya, masalah jebloknya harga minyak ini bukan karena tidak tercapainya kesepakatan, namun lebih kepada sentimen. Besar sekali ekspektasi pasar akan tercapainya kesepakatan, sehingga dampaknya menjadi negatif.

sf_154802_TM1460969149_eur_usd_6 EUR/USD Abaikan Carut Marut Pasar Minyak