in Berita Pasar by yeremia
Euro stabil di hari Kamis (21/04) ini menjelang pembukaan sesi perdagangan London, dengan diperdagangkan di level rendah 1.13 terhadap Dolar AS seiringan dengan para investor yang melakukan penyesuaian posisi menanti pengumuman hasil rapat kebijakan European Central Bank (ECB). Bank Sentral Eropa tersebut diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya di level rendah.

Sebagai informasi, dalam kebijakan bulan lalu ECB memotong refinancing rate menjadi 0.00 persen dari sebelumnya di 0.05 persen sesuai dengan ekspektasi dan kembali menegatifkan suku bunga deposit menjadi minus 0.40 persen dari sebelumnya di minus 0.30 persen, serta memperluas program QE dari 60 miliar Euro menjadi 80 miliar Euro.

Presiden ECB, Mario Draghi, tampaknya mencoba menggiring kebijakan moneter ke arah kebijakan moneter yang ultra longgar. Akan tetapi, pernyataan yang menyertai kebijakan tersebut, dimana ia menyebutkan bahwa pengaturan tersebut akan di berlakukan dalam waktu lama, membuat Euro kembali naik ke kisaran $1.15, level yang terlihat pada bulan Oktober tahun lalu.

Kebijakan longgar ECB ini menuai kritik tajam dari Menteri Keuangan Jerman, Wolfgang Schauble, yang mengatakan bahwa suku bunga negatif berdampak buruk bagi para penabung di bank-bank Jerman dan memacu. Begitupun dengan kritikan dari Kepala BundesBank, Jens Weidmann, yang mengatakan bahwa kebijakan moneter mestinya tidak dianggap sebagai satu-satunya perangkat untuk memperbaiki kondisi ekonomi Zona Euro.

Di sesi perdagangan sore ini, Euro terpantau flat di angka 1.1298 per Dolar AS, di bawah puncak hari Rabu pada angka 1.1388. Terhadap Yen, Euro mengalami penurunan sekitar 0.2 persen menuju angka 123.84.

sf_152916_263243_euro_biru Euro Flat Jelang Pernyataan Draghi April 2016