Emas pada hari Senin (02/05) diperdagangkan masih di level yang sangat tinggi hampir menyentuh level harga 1,300 dolar AS per troy ounce, seiring dengan pelemahan dolar. Saat berita ini ditulis XAU/USD diperdagangkan pada kisaran level harga 1,294 dolar AS per troy ounce, setelah sempat mendaki hingga 1,296 dolar AS pada hari Jumat, yang merupakan level harga tertinggi logam mulia ini sejak bulan Januari tahun 2015 lalu.

Sementara itu, emas futures naik sebesar 0.4 persen, yaitu diperdagangkan pada level harga 1,295 dolar AS per troy ounce dan perak futures turun tipis 0.2 persen menjadi 17.78 dolar AS.

Dolar Masih Melemah
Pada hari Jumat minggu lalu, dolar AS mencetak pelemahan terburuknya terhadap yen sejak krisis keuangan tahun 2008 setelah keputusan Bank of Japan yang melakukan kebijakan pengetatan moneter.

Selain itu, dolar juga melemah karena data-data ekonomi di Amerika Serikat yang juga tidak menunjukkan perbaikan dan hal tersebut membuat the Fed tidak menaikkan suku bunga pada pertemuan FOMC minggu lalu. Disamping itu, data mengenai tingkat inflasi di AS yang sedikit naik seiring dengan data consumer spending yang cenderung tetap, membuat kecil kemungkinan bahwa the Fed akan bisa menindaklanjuti proyeksi dua kali kenaikan suku bunga dalam tahun 2016 ini.

Namun, pernyataan dari the Fed yang dirrilis minggu lalu menunjukkan kecenderungan dovish, dimana hal ini mendorong kenaikan harga emas. Seperti yang telah diketahui, emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga, dimana kenaikan ini dapat meningkatkan opportunity cost pada aset berimbal balik bunga dan mendorong penguatan dolar AS sehingga harga emas menjadi bearish.

c_sf_093456_263809_emastetaptinggi Emas Tetap Mengkilap Karena Dolar Masih Lemah