Harga emas stabil di hari Jumat (26/02) siang hari ini dengan kecenderungan naik, mengindikasikan bahwa permintaan terhadap safe haven mendapatkan dukungan dari kondisi teknikal yang bullish. Meski demikian, saham-saham Asia terpantau meningkat menyusul menguatnya saham-saham Wall Street. Para investor juga tengah menunggu hasil pertemuan para pemimpin G-20 yang salah satunya adalah tentang kebijakan stimulus saat ini.

Harga emas spot mengalami kenaikan 0.2 persen ke harga $1,236.60 per ons pada pagi tadi setelah mengalami kenaikan tipis 0.4 persen di sesi sebelumnya. Sementara itu, emas berjangka untuk pengiriman April di Comex New York melonggar 0.21 persen ke harga $1,236.20 per troy ons.

Laizmnya, harga emas akan bergerak berkebalikan dengan pergerakan pasar ekuitas. Reli 16.5 persen tahun ini telah terpicu oleh permintaan terhadap aset-aset safe haven karena tumbangnya ekuitas pada harga minyak dan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi China. Logam mulia tersebut menyentuh level puncak $1,260.60 dua pekan lalu.

Banyak Dukungan
Menurut seorang trader bulion di Hong Kong yang dikutip oleh Reuters, situasi ekonomi secara umum saat ini memberikan dukungan bagi pasar emas. Sehingga, tak mengejutkan jika harga emas kembali membentuk level tinggi baru. Uang-uang yang mengalir ke ETF berdampak bagus, dan korelasinya ke harga emas terbilang sangat kuat.

Selain itu, menurut analisa emas dari Exness, berkembangnya kemungkinan keluarnya Inggris dari Uni Eropa dan penurunan harga minyak menyediakan dukungan tambahan bagi harga emas, yang mana membuat para investor menjual aset-aset berisiko lebih tinggi. Dari sudut pandang teknikal, setelah break dari batas atas pola triangle, harga emas bisa meningkat ke 1284 Dolar.

sf_142913_260866_emas_26 Emas Stabil Terdukung Kondisi Teknikal