in Berita Pasar by yeremia
Emas akhirnya menyerahkan perolehannya malam tadi di Jumat (19/02) siang ini meski masih tertahan di atas level $1,200 per ons sehubungan dengan melorotnya ekuitas yang memicu permintaan safe-haven logam mulia. Saham-saham Asia tergelincir dari level tinggi tiga pekan di hari Jumat, menyusul penurunan di ekuitas Asia malam tadi, menyentak reli tiga hari yang telah dibentuk.

Harga bulion reli sekitar 16 persen sejauh tahun ini dan telah mencetak performa terbaiknya sebagai aset safe-haven di tengah gejolak pasar saham dan keprihatinan terhadap perekonomian global. Akan tetapi, para analis mengatakan bahwa pasar telah terlalu berlebihan dalam bereaksi sehingga harga akan jatuh lebih jauh lebih dalam.

Emas spot mengendur 0.4 persen ke angka $1,226.61 per ons pada pukul 10:08 pagi tadi setelah mendapat penguatan sebanyak 2 persen di hari Kamis. Untuk pekan ini, emas sudah menggenapkan kemerosotannya hingga hampir satu persen karena para trader mengambil untung setelah logam mulia tersebut merangkak naik ke level tinggi satu tahun pekan lalu.

Emas Bisa $950 Di Akhir Tahun
Menurut analisa Nomura yang dirangkum oleh Reuters, reli harga emas saat ini akan menemui titik balik begitu sentimen risiko buying memudar. Kondisi ini akan menyerupai tren yang terlihat di awal tahun 2014 dan 2015.

Emas juga akan tersokong oleh meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve tidak akan mampu menaikkan tingkat suku bunga AS tahun ini karena kondisi ekonomi yang tak menentu. Menanggapi hal ini, analisa dari Barnabas Gan dair bank OCBC mengatakan bahwa faktor kunci yang paling berpotensi mem-bearishkan emas adalah outlook kenaikan sukku bunga AS sesuai dengan hasil rapat FOMC. Gan mengestimasikan emas harga emas di akhir tahun ini bisa mencapai $950.

sf_151759_TM1455869868_emas_04 Emas Sedikit Tergelincir, Tertopang Permintaan Safe-Haven