in Berita Pasar by yeremia
Harga emas mulai pulih di sesi Asia Rabu (17/02) hari ini karena para investor yang tengah menunggu hasil notulen rapat FOMC terbaru untuk mempertimbangkan sentimen kenaikan tingkat suku bunga AS di tahun 2016 ini. Di Comex, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan April naik tipis 0.07 persen ke angka $1,209.00 per troy ons setelah terbenam di awal hari ini.

Manager hedge-fund Wall Street, John Paulson, yang memangkas pertaruhan long emas di kuartal empat juga membenamkan permintaan terhadap logam mulia tersebut. Emas mundur dari level tinggi 12 bulannya malam tadi dengan para investor yang menanti risalah rapat The Fed dari pertemuan yang digelar Januari lalu. Baca juga: Analisa Emas 17 Februari: Kembali Bearish Pada Kisaran USD1199

Nantikan Risalah FOMC
Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan bahwa pekan ini adalah waktu yang tepat untuk memperdagangkan emas karena reli logam mulia tersebut ke level tingginya mulai menunjukkan perubahan menuju ke arah bearish. Menurut Goldman Sachs Group Inc., emas diperkirakan akan melorot hingga ke level 1,100an per troy ons dalam waktu tiga bulan ke depan dan bahkan mencapai $1,000 per troy ons dalam satu tahun ini.

Di samping itu, setelah reli pasar saham kemarin para trader “Fast Money” berpendapat bahwa aset-aset lain selain emas akan unggul dalam beberapa waktu mendatang. Emas berjangka telah menikmati reli yang menggembirakan di awal tahun ini dengan kenaikan lebih dari 13 persen di tengah gejolak pasar saham.

Meski demikian, dalam jangka pendek emas kemungkinan akan menghadapi hari-hari yang menyakitkan walaupun masih diiringi dengan kemungkinan peningkatan, kata Guy Adami, trader di Market Vectors Gold Miners ETF yang dikutip oleh CNBC. “Pergerakan ke atas masih utuh,” katanya. Pernyataan Adami tersebut diamini oleh trader lainnya, Pete Najarian, yang mengatakan bahwa penjualan di hari Selasa kemarin dapat menarik orang untuk membeli emas.

sf_114950_260277_emas_321 Emas Pulih Sembari Menanti Hasil Notulen FOMC