in Berita Pasar by yeremia
Harga Emas naik kembali pada hari Rabu ini (20/04) di Sesi Asia seiring dengan dolar yang terperosot dan melemah. Saat ini harga emas XAU/USD diperdagangkan di kisaran level harga 1,255 dolar AS.

Sementara itu, pada Comex, New York Mercantile Exchange, emas untuk pengiriman bulan Juni turun tipis sebesar 0.17 persen menjadi 1,252 dolar AS per troy ounce. Sedangkan perak futures untuk pengiriman bulan Mei mengalami penurunan sebesar 0.22 persen menjadi 16.395 dolar AS per troy ounce dan tembaga futures untuk pengiriman bulan Mei turun tipis ke level harga 2,222 per pound, hanya turun sebesar 0.13 persen saja.

Harga emas menanjak lebih dari 25 dolar AS karena dolar terperosot dan melemah, tentu saja hal tersebut membuat harga emas terdorong untuk naik dengan signifikan. Lemahnya dolar AS dipicu oleh data housing starts yang turun 8.8 persen pada bulan lalu menjadi 1.089 juta, jauh dibawah perkiraan analis yang memprediksi hanya turun menjadi 1.167 juta. Ditambah lagi, data building permits juga menunjukkan bahwa ada penurunan hingga 7,7 persen pada bulan Maret menjadi 1.086 juta, memperburuk penurunan sebesar 2.2 persen dari data bulan Februari.

Selain itu, adanya data-data tersebut juga menurunkan sentimen para analis jelang rilis data home sales untuk bulan Maret lalu, sehingga para analis memperkirakan home sales hanya akan naik tipis menjadi 5,268 juta, mengikuti penurunan tajam sebesar 7.1 persen pada bulan Februari.

Menanti Review Kenaikan Suku Bunga The Fed
Di sisi lain, harga emas masih akan tetap bertahan pada sekitar level harga saat ini jelang rapat FOMC yang akan didakan pada tanggal 26-27 bulan April mendatang. Meskipun the Fed tidak diperkirakan akan menaikkan suku bunga jangka pendeknya pada rapat minggu depan, tapi bank sentral AS ini bisa jadi memberikan indikasai atau tanda terkait dengan apakah the Fed akan menyetujui rencana kenaikan suku bunga pada bulan Juni atau tidak.

Sebelumnya, harga emas sudah menanjak sebesar tiga persen karena pernyatan Yellen yang menunjukkan dengan jelas bahwa the Fed akan memberikan perhatian khusus dan mengambil langkah hati-hati mengenai kebijakan untuk menaikkan suku bunga mengingat perokonomian dunia yang lambat dan terus menunjukkan pelemahan. Akan tetapi, jika ada kenaikan suku bunga untuk tahun ini maka hal tersebut akan membuat emas menjadi bearish dan logam mulia ini juga akan bersaing dengan ketat dengan aset berimbal balik bunga.

c_sf_091338_263165_emasmeninggi Emas Meninggi Sejalan Dengan Lemahnya Dolar AS