in Berita Pasar by yeremia
Harga emas turun kembali di sesi Asia pada hari Jumat ini (01/04) seiring dengan adanya rilis data Purchasing Managers’ Index atau PMI China. Hal tersebut membalikkan momentum harapan akan naiknya emas karena harga emas kembali tak naik. Saat ini, XAU/USD diperdagangkan pada kisaran level harga 1,229 dolar AS.

Pada Comex, emas untuk pengiriman bulan Juni diperdagangkan pada harga 1,232 dolar AS per troy ounce, mengalami penurunan sebesar 0.22 persen. Namun, penurunan tersebut tak terjadi pada perak futures dan tembaga futures. Untuk pengiriman bulan Mei, perak futures mengalami kenaikan sebesar 0.35 persen dan tembaga futures sebesar 0.09 persen.

Indeks Caixin Manufacturing PMI China bulan Maret 2016 adalah 49.7, pada level yang lebih baik daripada yang diekspektasikan sebelumnya dan lebih baik dari bulan Februari yang hanya sebesar 48.Sebelum Caixin, data semi-ofisial PMI Manufacturing untuk bulan Maret ini adalah 50.2 yang menunjukkan kenaikan pertama diatas 50 dalam delapan bulan terakhir.

Sementara itu, data PMI non-manufacturing adalah 53.8, naik tipis bila dibandingkan dengan data di bulan Februari yang sebesar 52.7. Data pada bulan Februari yang turun dipengaruhi oleh omset bisnis yang turun selama libur panjang perayaan tahun baru China.

Selain itu, para investor saat ini juga masih menanti rilis data Non Farm Payrolls AS yang nantinya akan memberikan pandangan akan keputusan yang diambil oleh rapat FOMC akhir bulan April ini. Analis ekonomi memperkirakan bahwa NFP akan meningkat tak banyak yaitu menjadi 210,000 sedangkan unemployment rate tetap tidak berubah yaitu 4.9 persen.

Pada bulan Februari, NFP melonjak menjadi 240,000, mendorong rata-rata dalam tiga bulan diatas 225,000. Kenaikan dan penurunan NFP ini sangat penting karena NFP nantinya akan digunakan the Fed sebagai indikator dan pertimbangan dalam menentukan kondisi perekonomian serta mengambil keputusan penting.

sf_114155_262411_emas%20lagi2%20turun Emas Lagi-lagi Turun Di Asia Setelah Rilis Data PMI China