[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_text_block id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Emas mulai berusaha membalas loss yang terbentuk di sesi perdagangan sebelumnya, pada Kamis (25/02) siang hari ini akibat volatilitas dalam pasar saham membuat para investor kembali berminat memburu emas. Bulion pun membentuk tren buying baru karena meningkatnya permintaan dari para investor.

Saham Asia tergelincir setelah memulai sesi perdagangan hari ini dengan guncangan karena para investor masih siaga dalam menghadapi rapuhnya pemulihan harga minyak mentah. Aset-aset safe haven, termasuk Yen, memetik keuntungan juga dalam situasi ini.

Harga emas spot, naik 0.3 persen ke angka 1,232.90 per troy ons menjelang tengah hari tadi, setelah sebelumnya tergelincir sebanyak 0.7 persen. Sedangkan harga emas berjangka di divisi Comex New York mengendur 0.51 persen ke harga 1,223 per troy ons untuk pengiriman bulan April.

Hari Rabu kemarin, emas mendaki hingga 2 persen ke harga $1,252.91 bersama dengan melemahnya harga minyak yang menarik turun saham-saham. Namun, kejayaan Si Kuning ini tak berlangsung lama karena kemudian perolehan yang dikumpulkannya harus terbang lagi bersama dengan naiknya harga minyak dan terungkitnya saham-saham.

Emas telah mencetak kenaikan higga 16 persen tahun ini, menorehkan prestasi sebagai aset berperforma terbaik tahun ini. Di tengah kondisi perekonomian global yang tak menentu dan aksi sell-off dalam harga saham, para investor pun melakukan antisipasi kerugian sehingga menginvestasikan uang mereka ke logam mulia.

Masih Bisa Dapat Momentum
“Volatilitas dalam harga minyak dan pasar saham, serta kekhawatiran akan Brexit di Inggris punya andil dalam menaikkan sentimen penghindaran risiko di pasar,” kata Mark To, Kepala Riset di Hong Kong Wing Fung Financial Group kepada Reuters. To menambahkan bahwa menurutnya akan ada momentum yang lebih kuat bagi emas dalam beberapa minggu ke depan.[/sdf_text_block][sdf_image id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”http://www.seputarforex.com/sfmateri/sf_141511_TM1456384487_emas_emas.jpg” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][/sdf_col][/sdf_hero]