[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_text_block id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Euro bergerak mundur dan diperdagangkan lebih rendah terhadap Dolar AS di sesi perdagangan Asia Jumat (22/04) pagi ini setelah trader melihat adanya potensi bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menaikkan stimulus apabila dibutuhkan. Sementara Yen, sedikit menguat sehubungan dengan lesunya minat risiko.

Euro sudah turun 0.4 persen terhadap Dolar AS di level $1.1290, di dekat level rendah $1.1271, setelah sempat meroket ke level tinggi sembilan hari di angka 1.1394 akibat komentar dari Presiden ECB, Mario Draghi. Sedangkan terhadap Yen, Euro juga mengalami gerak yang hampir sama dengan terhadap Dolar AS, yakni sempat menembus level tinggi 124.790, yang pernah tercapai pada tanggal 6 April, namun kemudian kembali melorot ke posisi 123.704 pagi ini.[/sdf_text_block][sdf_image id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”http://www.seputarforex.com/sfmateri/sf_092105_TM1461291643_euro_111.jpg” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][/sdf_col][/sdf_hero]