usdfed Dollar Masih Lemas, Fed Diharapkan Tegas Putuskan Kebijakannya
Jelang perdagangan sesi Amerika malam ini (27/04) pergerakan dollar AS masih sangat lemah terhadap rival-rival utamanya, hanya terhadap aussie saja menguat. Penguatan terhadap aussie ditopang oleh buruknya fundamental kurs tersebut setelah kantor statistik Australia umumkan deflasi pada kuartal pertama tahun ini. Sikap Fed yang tidak jelas terhadap keputusannya menjadi penyebab lemahnya dollar.

Tingkat Inflasi Australia Maret Merosot, Mendorong Pemotongan Suku Bunga

Hasil pertemuan FOMC selama 2 hari sudah dapat ditebak bahwa bank sentral Amerika tersebut tidak akan mengubah kebijakannya. Namun pasar berharap setelah pertemuan ini memberikan pernyataan atau sinyal yang jelas terhadap kebijakan moneternya, sehingga tidak merugikan pasar begitu banyak nantinya.

Pergerakan rival dollar lainnya seperti euro, pound, yen dan swissfranc juga menguat mengambil pijakan kuat dari sikap pasar global terhadap dollar. Namun jika desakan pasar ditindak lanjuti oleh Janet Yellen beberapa jam lagi, dollar dapat rebound.

Malam ini terpantau dollar berusaha keluar dari zona merahnya meskipun indeks dollar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap 6 rival utamanya di pasar spot terkini masih bergerak negatif, setelah dibuka lemas di 94,50 kini indeks turun ke posisi 94,37.