[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_image id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”https://www.ifx.web.id/wp-content/uploads/download.jpg” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][sdf_text_block id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””] ke 111,16. Dolar melemah terhadap euro, dengan EUR / USD naik 0,26% ke 1,1324. GBP / USD berada di level 1,4593 karena kekhawatiran atas keluarnya Inggris dari Uni Eropa, atau Brexit, berkurang. Yen jatuh 2,1% terhadap dolar pada hari Jumat lalu setelah ada laporan bahwa BoJ bisa memperluas kebijakan suku bunga negatif.

The Fed, yang menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade di bulan Desember, diharapkan terus stabil untuk saat ini. Tetapi investor akan melihat laporan bank’s rate untuk indikasi pada kemungkinan peningkatan suku bunga bulan Juni.

Investor juga melihat ke depan untuk kesimpulan dari pertemuan kebijakan BoJ pada hari Kamis di tengah harapan untuk langkah-langkah pelonggaran baru[/sdf_text_block][/sdf_col][/sdf_hero]

Kategori: Berita Pasar

Tinggalkan Balasan