in Berita Pasar by yeremia
Terlepas dari data China dan Australia, langkah dovish yang diambil oleh Federal Reserve AS dan kuatnya data regional Australia membebani Dolar AS sebagai rival Dolar Australia, dan diperkirakan akan tersus berlangsung hingga bulan depan dan menaikkan Dolar Australia, demikian kata Kepala Ekonom AMP Capital Investors, Shane Oliver, kepada The Australian.

“Akan tetapi, penguatan Dolar Australia dalam jangka pendek sepertinya tidak akan bergerak terlalu jauh dan tren lebih luas sepertinya akan tetap menurun,” kata Dr Oliver. Dirinya memperkirakan, Dolar AS biasanya akan menemukan kekuatan begitu Federal Reserve AS memberikan sinyal kenaikan suku bunga, RBA memberikan sinyal pemotongan suku bunga Australia, dan harga komoditas yang secara umum masih lemah.

Dolar Australia juga terpengaruh oleh harga minyak sebagai komoditas besar. Penguatan harga minyak pagi ini turut menjadi pendongrak pergerakan AUD/USD, dimana harga minyak mentah AS berjangka diperdagangkan pada $40.14 per barel di awal sesi Asia, naik 1.1 persen dari harga penutupan sesi sebelumnya. Sementara harga acuan internasional Brent naik nyaris 0.8 persen ke $42.26 per barel. Harga minyak masih menantikan rapat negara-negara produsen minyak di Qatar pada 17 April mendatang.

z?s=AUDUSD=X&t=7d Dolar AS Terbebani The Fed