Dolar AS cenderung melemah terhadap Euro dan Pounds, meskipun data pesanan Durable Goods tadi malam melaporkan bisnis dalam negeri Amerika Serikat melesat pada bulan Januari. Ditengarai sentimen investor mulai goyah.

Dolar terpantau mundur teratur terhadap Euro sepanjang sesi Asia dan awal sesi London hari ini (26/2). Kini EUR/USD berada pada kisaran 1.1052, sementara GBP/USD perlahan menguat ke 1.4000an meski kekhawatiran akan keluarnya Inggris dari Uni Eropa masih membayangi. Indeks spot Dollar di Bloomberg terpantau sempat menurun ke 97.110, sebelum pulih kembali ke 97.300an saat berita ini ditulis.

Sebagaimana dikupas oleh MarketWatch, para pengamat pasar pun nampak kesulitan untuk menemukan katalis dari pergerakan-pergerakan tersebut. Beberapa faktor diduga mendorong pergeseran sentimen, diantaranya pergerakan harga minyak dan kecemasan terkait China setelah pasar sahamnya jatuh baru-baru ini. Selain itu, walaupun perbaikan tak terduga dalam laporan pesanan Durable Goods sebenarnya disambut hangat karena meredakan sejumlah kekhawatiran tentang kemacetan investasi di AS, tetapi fokus investor telah berganti.

Para investor memindahkan fokusnya ke kebijakan moneter AS setelah dikabarkannya komentar dovish dari dua pejabat tinggi Federal Reserve AS, Presiden FED Kansas City James Bullard, dan Presiden FED Atlanta Dennis Lockhart, yang mana keduanya merupakan anggota yang memiliki hak suara dalam FOMC. Menurut sebagian analis, komentar-komentar mereka yang menganggap kurang bijak jika suku bunga dinaikkan dalam waktu dekat, kemungkinan membebani Dolar.

Sementara itu, pertemuan dua hari G20 baru saja dibuka di Shanghai, sehingga sejumlah analis lain menilai aksi jual Dolar takkan berlanjut terlalu jauh. Pergolakan pasar baru-baru ini membuat investor memantau para menteri keuangan dan pimpinan bank sentral yang berkumpul di pertemuan tersebut untuk mendapatkan petunjuk positif. Menurut analis BNP Paribas, sebagaimana dikutip oleh Reuters, “Secara keseluruhan, pesan yang konstruktif dari G20 bisa mendukung pemulihan sentimen risiko yang sedang berlangsung, tetapi pada akhirnya kemampuan data pertumbuhan global untuk pulih akan lebih penting.”

c_sf_155319_TM1456476764_ur-dollar-pound Dolar Lengser Dalam Dua Sesi Trading Yang Janggal