in Berita Pasar by yeremia
Dolar Kanada mempertahankan level tinggi dua pekannya di hari Kamis (18/02) siang ini setelah mengambil untung dari lompatan harga minyak. Sementara itu, tidak adanya petunjuk baru yang terkandung dalam notulen FOMC untuk rapat yang digelar Januari lalu membuat Dolar AS sideways.

Para investor menyambut hangat Dolar Kanada setelah harga minyak bergolak pasca kabar yang menyebutkan bahwa Iran mendukung Rusia dan Arab Saudi untuk membekukan produksi minyak.

Walaupun Iran tidak memaparkan komitmen apakah pihaknya sendirinya akan memangkas output minyaknya sendiri atau tidak, yang jelas, langkah Iran untuk menyatakan dukungannya di tengah banjirnya suplai minyak ini membantu mengerek harga minyak. Brent crude berjangka saja naik sekitar $35 per barel dari level rendah pekan ini di bawah harga $32.

Fenomena tersebut menjadi vitamin bagi Loonie untuk naik ke harga 1.3655 per Dolar AS, level tinggi yang terakhir tampak pada tanggal 4 Februari. USD/CAD menghuni posisi 1.3697 saat berita ini ditulis.

Kecuali Dolar Australia
Sejumlah mata uang komoditas yang lain, turut gembira atas penguatan Dolar Kanada. NZD/USD mengambil keuntungan 66 sen, tertarik menjauh dari level rendah dua pekan di angka 0.6545 yang tersentuh di hari Selasa kemarin. Sayangnya, AUD/USD tak ikut kecipratan kenaikan dengan menurun 0.4 persen ke angka 0.7158 setelah data ketenagakerjaan Australia dirilis.

Kenaikan harga minyak ini berpadu dengan data produksi industri AS yang membantu pasar untuk pulih dari gejolak yang terjadi pekan lalu, dan membuat Yen. Dolar AS dan Euro masih dalam mode konsolidasi terhadap pair-pair Yen. USD/JPY menduduki posisi 114.0 sedangkan EUR/JPY berada di posisi 126.99 yen. Terhadap Euro, Dolar AS berada pada posisi 1.1132.

sf_155050_TM1455785442_dolar-as-kodsghdso Dolar Komoditas Dilambungkan Harga Minyak