in Berita Pasar by yeremia
Dolar AS masih berada dalam mode yang defensif pada Selasa (12/04) pagi ini setelah kembali mengukir level rendah baru dalam level break teknikal di sesi malam tadi sehubungan dengan turut ramainya momentum pembelian. Indeks Dolar Reuters tersapu ke level rendah delapan bulan menuju angka 93.748 setara dengan level rendah pada bulan Oktober di angka 93.806. Namun pagi ini, level indeks Dolar sudah di angka 94.00.

Meski demikian, indeks Dolar masih memudar hingga hampir 3 persen setelah dovish-nya komentar Ketua The Fed, Janet Yellen, yang memadamkan ekspektasi akan kenaikan tingkat suku bunga AS dengan segera. The Fed masih terbebani oleh lambatnya pertumbuhan global meski ekonomi domestik AS sendiri sudah menunjukkan kekuatan.

Dolar AS masih setia menjaga Yen dan Euro tetap di level tinggi multi bulanan mereka. Greenback sudah tenggelam ke level rendah 17 bulan terhadap Yen hingga Senin kemarin dan di sesi perdagangan Asia pagi ini, USD/JPY merangkak naik ke level 108.25. Kemarin, pemerintah Jepang memperingatkan bahwa pergerakan Yen tampak sepihak dan spekulatif sehingga mereka siap untuk melakukan intervensi demi melemahkan mata uang tersebut.

Di sisi lain, EUR/USD sudah menggapai level tinggi 1.1454 pada Kamis pekan lalu, dan berada pada level 1.1410 di sesi Asia pagi ini. Dolar AS hampir tak menunjukkan reaksi apapun terhadap komentar Presiden The Fed untuk wilayah Dallas, Robert Kaplan, yang menyatakan bahwa dirinya sangat terbuka untuk membantu memberikan pertimbangan dalam rapat pertimbangan kenaikan suku bunga dalam rapat FOMC pertengahan Juni mendatang.

sf_105006_TM1460432987_yu%20sed Dolar AS Defensif, Menyangga Yen Dan Euro Di Level Tinggi