[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_text_block id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Dolar AS berada dalam mode yang cukup kuat terhadap mata uang-mata uang mayor di sesi perdagangan Asia di hari Kamis (21/04) pagi ini, utamanya terhadap Euro dan Yen menjelang rapat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) sore nanti.

Euro masih terpantau defensif pagi ini di tengah ekspektasi bahwa ECB tidak akan mengubah kebijakan suku bunganya dari level rendah, akan tetapi Presiden bank sentral tersebut, Mario Draghi, pada pertemuan kebijakan moneter terakhir mengatakan bahwa pihaknya tidak akan melakukan pelonggaran apapun lagi setelahnya.

EUR/USD menduduki level 1.1295 dan diperdagangakan dengan kecenderungan flat, turun cukup tajam sekitar 0.5 persen dari level sesi New York malam tadi di angka 1.1367.

“Tugas ECB sekarang lebih kepada menunjukkan pada khalayak tentang efektivitas kebijakan longgar yang diambilnya sembari menekankan bahwa mereka dapat mengambil tindakan yang lebih apabila diperlukan,” kata Rodrigo Catril, Ahli Strategi Forex di National Australia Bank (NAB).[/sdf_text_block][sdf_image id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”http://www.seputarforex.com/sfmateri/sf_113724_TM1461213424_dolar_as_berotot.jpg” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][/sdf_col][/sdf_hero]