in Berita Pasar by yeremia
Dolar AS perlahan terdorong naik di hari Rabu (23/03) pagi ini setelah ledakan bom di Brussels, yang kabarnya dilakukan oleh ISIS, menyebabkan 35 korban jiwa dan ratusan orang luka-luka. Dolar AS beringsut menghapus pelemahan yang terjadi akibat para investor yang segera mencampakkan saham-saham dan aset-aset berisiko mereka demi mencara aset yang lebih aman akibat peristiwa ledakan tersebut.

Bom Brussels Dan Turki Makin Kuatkan Alasan Brexit
Dolar AS mempertahankan posisi 1.1216 terhadap Euro dan maju ke angka 112.35 terhadap yen. Sementara itu Franc Swiss yang merupakan mata uang safe-haven, melemah terhadap Euro dan Dolar AS.

Euro dan Poundsterling menjadi mata uang yang paling rentan terhadap peristiwa ledakan di Brussels tersebut, terutama karena berpotensi meningkatkan keinginan Inggris untuk segera angkat kaki dari keanggotaan Uni Eropa. Dolar AS masih mengungguli Pound di angka 1.4204.

“Serangan di Brussels setelah juga teror di Turki yang terjadi dalam sepekan ini adalah kabar buruk bagi Inggris. Hal ini bisa menjadi alasan bagi mereka yang ingin keluar dari Uni Eropa dengan dasar bahwa jika mereka ‘exit’ mereka akan aman,” kata Marc Chandler, Kepala Ahli Strategi di Brown Brothers Harriman.

sf_102937_TM1458703744_us%20dollar Dolar AS Beringsut Menguat Pasca Bom Brussels