in Berita Pasar by yeremia
Dolar AS mencetak lonjakan yang cukup tajam terhadap mata uang-mata uang mayor begitu aksi penghindaran risiko mereda. Meski demikian sentimen pasar sebetulnya masih cukup rentan, terutama mengingat penurunan harga minyak malam tadi seiring dengan Rusia dan Arab Saudi yang sepakat untuk membekukan output minyak mereka.

USD/JPY Awasi Harga Minyak
Dolar AS rebound terhadap Yen mencapai level 114.09 yen, menguat dari level rendah di angka 111-an yang sempat tersentuh pekan lalu. Menurut Ahli Strategi Forex di Barclays, Shin Kadota, USD/JPY akan terus mengawasi pergerakan aset-aset berisiko seperti minyak dan ekuitas untuk menentukan arah. Selama fase pelepasan risiko (risk-off), Yen akan bereaksi kuat dan diperkirakan Dolar AS akan mendekati level ambang 115 terhadap Yen.

Sementara itu, terhadap Euro, Dolar AS terpantau flat di angka 1.1143 setelah terbenam 0.1 persen malam tadi. Terhadap Yen, mata uang yang sering disebut dengan common currency tersebut sedikit berubah ke angka 127.15 setelah memudar 0.5 persen di hari Selasa kemarin.

Dolar Komoditas Tergelincir
Di sisi lain, mata uang-mata uang komoditas terpukul ketika harga minyak jatuh lagi. Dolar Australia flat tak bergeser dari kisaran 0.7117 terhadap Dolar AS setelah tergelincir malam tadi karena penurunan harga minyak mentah. Sedangkan, Dolar Kanada melemah 1.3894 terhadap Dolar AS, tersungkur dari level tinggi 12 hari di angka 1.3707 yang tersentuh satu hari yang lalu.

Pasar akan memperhatikan data produksi industri dan perumahan AS malam nanti, di samping juga notulen rapat The Fed dari hasil rapat pada bulan Januari lalu. Meski demikian, para analis memperkirakan, notulen rapat FOMC tidak akan berpengaruh banyak karena dianggap tak jau berbeda dengan pernyataan Yellen dalam testimoni kebijakan moneter di hadapan Kongres AS pekan lalu.

sf_110510_TM1455681891_dolar_bogem Dolar AS Bangkit, Pasang Mata Ke Minyak