in Berita Pasar by yeremia
Dolar Australia merayap naik dilatarbelakangi oleh positifnya komentar dari Bank Sentral Australia (RBA) dan kenaikan harga minyak mentah hari ini. AUD/USD diperdagangkan pada posisi 0.7170 sen atau naik dari 0.7165 yang tercapai kemarin. Pair tersebut menjauh dari level rendahnya di angka 0.6973 yang tersentuh pada pekan lalu.

RBA Optimis
RBA mengungkapkan perkiraannya tentang kondisi domestik Australia yang terbilang masih positif. Neraca perdagangan masih cukup seimbang meski diterpa oleh gonjang-gonjang perekonomian China yang merupakan negara partner perdagangan nomor satu bagi Australia.

Pernyataan tersebut tercantum dalam rilis notulen rapat RBA yang diterbitkan hari ini, selain juga menyebutkan kebijakan RBA untuk mempertahankan suku bunga di level rendah 2 persen.

Dolar Australia juga menguat terhadap Yen yakni di posisi 92.97 yen. Sedangkan terhadap Dolar New Zealand, Aussie melemah ke angka 1.6740. Penguatan Dolar Australia pada hari ini merupakan kontribusi besar dari pelemahan Euro dan Yen seiring dengan mulai memudarnya kekhawatiran akan perekonomian global yang menjadi alasa investor meninggalkan aset-aset berisiko termasuk mata uang komoditas seperti Dolar Australia.

Menurut analis dari Moody’s Analytics, Emily Dabbs, notulen rapat RBA yang dirilis hari ini mengindikasikan adanya outlook positif dalam perekonomian domestik Australia. Akibatnya, Dolar Australia tertekan naik di sesi perdagangan Selasa (16/02) pagi ini.

“Adanya sedikit peningkatan dalam sentimen global pasca gejolak di pasar finansial pekan lalu, sedikit mendongkrak performa Dolar Australia terhadap Dolar AS hari ini,” ungkap Dabbs.

sf_122304_TM1455600167_aud_02 Dolar Australia Terkerek Notulen Rapat RBA