Dolar Australia terpantau flat di sesi perdagangan Selasa (22/03) pagi ini karena para trader sedang menunggu pernyataan Gubernur Bank Sentral Australia (RBA), Glenn Stevens, tentang Dolar Australia yang dijadwalkan akan dilaksanakan pukul 12.15 WIB siang nanti

AUD/USD diperdagangkan pada angka 0.7574 pagi ini, menurun tipis saja dari posisi sebelumnya di angka 0.7577 yang tercapai kemarin.

Can We Withstand A Major Global Shock?
Mengomentari pidato yang akan disampaikan oleh Stevens nanti, Robert Rennie, Kepala Ahli Strategi Mata Uang di Westpac mengatakan pada The Australian bahwa pidato yang berjudul “Can We Withstand A Major Global Shock?” nanti akan menjadi pidato yang menarik.

Jika muncul guncangan baru di pasar global, maka mata uang-mata uang yang sedang ter-floating dengan bebas, seperti Dolar Australia saat ini, akan mengalami dampak yang cukup signifikan. Guncangan ekonomi global memainkan peran yang krusial bagi mata uang, kata Rennie.

“Dolar Australia belum terlalu mengerikan sebetulnya. Kita sedang berada dalam pola bertahan saat ini, dan menunggu apa yang akan disampaikan oleh Stevens,” kata Rennie kepada AAP. Rennie menilai, kenaikan atau penurunan pada Dolar Australia setelah pidato Stevens nanti merupakan hal yang wajar, tetapi ia akan terkejut jika AUD/USD sampai melejit di atas angka 0.7620 atau melorot di bawah 0.75 setelah pidato tersebut.

Data ekonomi yang dirilis pagi ini di Australia adalah data properti di Sydney dimana home value di wilayah tersebut mengalami penurunan pada bulan Desember. Indeks properti hunian di Sydney turun 1.6 persen dan menjadi penurunan pertama dalam 13 kuartal terakhir.

z?s=AUDUSD=X&t=7d Dolar Australia Flat Menjelang Pidato Gubernur RBA Siang Ini