in Belajar Forex, Berita Pasar by yeremia
Dolar Australia disambut hangat oleh para investor di hari Selasa (23/02) siang ini berkat reli yang dialami komoditas bijih besi yang merupakan ekspor utama Australia. Harga bijih besi melompat hingga 7 persen menuju kisaran harga $50 per ton di hari Senin kemarin, sehingga menyebarkan harapan akan terjadinya pemulihan di pasar komoditas.

AUD/USD pun mendulang kenaikan terhadap Dolar AS hingga 72 sen. Pair tersebut mencapai level puncak dua bulan ke angka 0.7248 dan berada pada posisi 0.7227 saat berita ini ditulis. Begitupun terhadap Poundsterling, AUD/GBP melesat ke level tinggi sembilan bulan dengan masih berkesempatan untuk naik lebih jauh.

Pembicaraan mengenai Brexit sedang hangat beberapa hari ini. PM Inggris, David Cameron, telah mengambil keputusan untuk mengadakan referendum apakah Inggris akan tetap menjadi anggota Uni Eropa atau tidak pada tangga 23 Juni 2016 mendatang.

Analis: Harga Bijih Besi Australia Cerah
Menurut analisa Peter Dragicevich dari Commonwealth Bank, berdasarkan apa yang terjadi serta apa yang menjadi fokus pasar, dalam beberapa bulan mendatang GBP seharusnya mendapat penguatan sensitivitas dalam kaitannya dengan suasana politik Inggris. Pihaknya yakin bahwa AUD/GBP akan mengalami kenaikan jangka pendek (GBP/AUD akan mengalami kemorosotan jangka pendek) menjelang referendum Inggris pada tanggal 23 Juni mendatang.

Sementara itu, Dragicevich menambahkan, dalam outlook tren nilai tukar GBP dan AUD, terdapat fakta bahwa perekonomian Inggris sedang dilanda perlambatan momentum sedangkan perekonomian Australia berpenampilan lebih baik daripada perekonomian Inggris. Selain itu, kenaikan harga bijih besi belakangan ini menunjukkan bahwa term perdagangan Australia dapat berubah positif pada kuartal bulan Maret mendatang setelah diestimasi jatuh pada kuartal Desember lalu.

sf_113328_TM1456201992_dolar-aus Dolar Australia Didongkrak Kenaikan Harga Bijih Besi