[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_image id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”https://www.ifx.web.id/wp-content/uploads/yen129.jpg” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][sdf_text_block id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Kurs yen terus menguat di perdagangan New York pada akhir sesi Kamis, meskipun ada upaya-upaya untuk memperlambat tren tersebut. Yen yang terus menguat dikhawatirkan akan berdampak pada eksportir Jepang. Yen naik hingga 107,68 per dolar sebelum menetap kembali ke 108,31 yen, atau kenaikan 1,3 persen selama Kamis sekaligus tingkat tertinggi untuk mata uang Jepang itu dalam 17 bulan terakhir.

Terhadap euro, yen naik sekitar 1,6 persen menjadi 123,17. Penguatan yen terjadi meskipun banyak upaya oleh pejabat-pejabat Jepang untuk membendungnya. Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga mengatakan bahwa pemerintah sedang mengawasi dengan cermat pergerakan mata uang itu, seperti dikutip dari Bloomberg.[/sdf_text_block][/sdf_col][/sdf_hero]

Kategori: Berita Pasar

Tinggalkan Balasan