in Berita Pasar, Fundamental by yeremia
Harga minyak mentah di pasar berjangka selip di awal sesi Asia pada hari Jumat (19/2) menyusul dipublikasikannya laporan Energy Information Administration (EIA) yang menunjukkan terjadinya peningkatan stok minyak AS, sementara data API yang dirilis lebih awal membuat investor mengantisipasi kemunduran lebih besar.

Harga acuan minyak AS, West Texas Intermediate (WTI), selip 30 sen ke 30.47 Dolar AS per barel, sedangkan Brent berada di 33.90-an; setelah keduanya melandai di penghujung sesi New York tadi malam. Pasalnya, laporan dari lembaga EIA yang dikelola pemerintah AS menunjukkan peningkatan stock minyak mentah di negaranya pekan lalu meningkat drastis ke 504.1 juta barel, atau dengan kata lain ada peningkatan 2.1 juta, berbeda dengan ekspektasi 3.9 juta barel. Persediaan Gasolin dan hasil pemrosesan minyak lainnya, termasuk diesel, juga meningkat.

Meskipun angka yang keluar dibawah ekspektasi konsensus, tetapi investor pada dasarnya mengantisipasi kemunduran yang lebih besar setelah laporan American Petroleum Institute yang dirilis lebih awal melaporkan penurunan pekanan sebanyak 3.3 juta barel.

Sebelumnya, harga-harga acuan minyak tersebut sempat naik dikarenakan besarnya harapan pasar akan terjadinya pemangkasan produksi setelah Arab Saudi dan Rusia mengumumkan pembekuan output pada level bulan Januari. Jika terwujud, maka itu bisa menjadi kesepakatan pertama dalam 15 tahun antara negara OPEC dan non-OPEC terkait level produksi minyak mereka. Namun demikian, pertemuan susulan antara Iran, Irak, Venezuela, dan Qatar, di Tehran belum membuahkan hasil yang substansial.

c_sf_085011_260407_oil-prices-fall-_lucadp Data Stok Minyak AS Melebihi Ekspektasi, Harga Selip Lagi