[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_text_block id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Dolar AS susah payah merangkak naik menghadapi Yen di hari Selasa (22/03) ini setelah dua pejabat Federal Reserve memberikan isyarat bahwa bank sentral AS tersebut masih memiliki kemungkinan untuk menaikkan tingkat suku bunga AS secepat-cepatnya bulan depan.

Greenbak terdorong naik 0.2 persen ke angka 112.15 yen pada pukul 11:13 siang ini di Tokyo, menambah kenaikan 0.5 persen yang sudah dikumpulkan dalam dua hari terakhir ini. Saat berita ini ditulis, posisi USD/JPY mencapai angka 111.937.

Selain itu, laporan mengenai produksi manufaktur Jepang yang dirilis hari ini menunjukkan hasil yang terlemah dalam setahun terakhir. Aktivitas manufaktur Jepang terkontraksi akibat jebloknya pesanan dari mancanegara. Penguatan Yen digadang-gadang sebagai penyebab utama masalah ini.[/sdf_text_block][sdf_image id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”http://www.seputarforex.com/sfmateri/sf_121207_TM1458623440_yen_jep.jpg” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][/sdf_col][/sdf_hero]