[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_image id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”http://forexsimpro.com/wp-content/uploads/2016/03/Data-Index-Harga-Konsumen-Cina-naik-mendorong-penguatan-Aussie-696×487.jpg” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][sdf_text_block id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Dan terlihat adanya kenaikan dari 1,8% menjadi 2,3%, sedangkan yang diperkirakan tetap di level 1,8%. Data ini menginformasikan harga konsumen untuk mayoritas inflasi secara keseluruhan. Dan kita ketahui Inflasi penting untuk penilaian mata uang karena kenaikan harga biasanya akan mendorong bank sentral untuk menanggapi dengan menaikkan suku bunga.

Kenaikan data ini dapat mempengaruhi pergerakan mata uang khususnya Australian Dollar, karena Australia merupakan mitra dagang Cina. Pergerakan AUDUSD diprediksi menguat ke arah level 0.7495, saat berita ini dirilis berada di level 0.7477.[/sdf_text_block][/sdf_col][/sdf_hero]

Kategori: Uncategorized

Tinggalkan Balasan