in Berita Pasar by yeremia
Pagi ini Jepang merilis data penjualan retail yang membukukan kemajuan peningkatan yang lamban dibandingkan dengan ekspektasi para analis pada bulan Februari. Penjualan retail Jepang tumbuh di angka 0.5 persen tahun-ke-tahun pada bulan Februari lalu, demikian menurut data yang dipublikasikan oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri setelah direvisi turun 0.2 persen pada bulan Januari. Para analis mengantisipasi penjualan retail akan naik 1.6 persen akhir bulan lalu.

Selain data penjualan retail, data ekonomi lain yang juga dirilis Jepang pagi ini adalah data pengangguran yang naik 3.3 persen dari persentase 3.2 persen yang diekspektasikan. Sedangkan, data tentang belanja masyarakat untuk bukan Februari naik 1.2 persen, di bawah penurunan 1.5 persen yang diperkirakan di basis tahunan.

Lemahnya pertumbuhan upah juga akan menyulitkan BoJ untuk mencapai target inflasi karena para pekerja akan enggan membelanjakan uangnya karena lebih memilih berhemat.

“Kami memperkirakan BoJ akan kembali melakukan pemotongan (suku bunga) dan mungkin akan mengakseleras pembelian aset, namun, dampaknya terhadap Yen akan terbatas,” demikian uang diungkapkan oleh analis Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ yang dikutip oleh WBP online. Menurutnya, yang pasti penguatan Yen lebih jauh akan makin mempersulit BoJ untuk menjalankan tugasnya.

z?s=USDJPY=X&t=7d Data-Data Ekonomi Jepang