in Berita Pasar by yeremia
Dolar Australia telah mendaki hingga lebih dari 12 persen dalam tiga bulan terakhir, dan menjadi mata uang dengan penampilan terbaik setelah Dolar Kanada, di antara 10 mata uang mayor lainnya. Penguatan Dolar Australia terdampak dari kebijakan Federal Reserve AS yang memudarkan harapan akan kebijakan ketat ditambah dengan mulai naiknya harga komoditas.

Gubernur RBA Glenn Stevens sedang menikmati buah dari stimulus ekonomi yang dilancarkannya dengan hasil penguatan di sejumlah lini seperti tenaga kerja, sektor jasa pariwisata dan pendidikan, serta perkembangan sektor industri konstruksi yang mulai merekrut eks pekerja tambang.

Dolar Australia memetik kenaikan tipis setelah notulen rapat diterbitkan dengan AUD/USD yang diperdagangkan di angka 0.7783 dari sebelumnya di angka 0.7774 sebelum rilis notulen. RBA menegaskan pula dalam risalah rapat tersebut bahwa nilai tukar yang terapreasi dapat mengacaukan kemajuan aktivitas penyeimbangan terhadap sektor non-pertambangan dalam perekonomian.

z?s=AUDUSD=X&t=7d Dampak Apresiasi Dolar Australia