Selasa, 10 Mei 2016:

Jam 08:30 WIB: data Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) China bulan April 2016 (Berdampak tinggi pada AUD dan NZD)
Indikator CPI mengukur perubahan harga barang dan jasa ditingkat konsumen yang lazim dibuat rujukan sebagai tingkat inflasi, sedang Producer Price Index (PPI) mengukur persentasi perubahan harga barang dan jasa di tingkat produsen yang akan mempengaruhi inflasi ditingkat konsumen, karena kenaikan atau penurunan harga dari produsen akan dibebankan ke konsumen. Untuk China yang berdampak tinggi adalah CPI total y/y (inflasi tahunan). China adalah partner dagang utama Australia dan Canada, dan tingkat inflasi China yang tinggi akan membuat bank sentral China menerapkan uang ketat yang akan berdampak negatif pada AUD dan CAD. Sebaliknya tingkat inflasi China yang rendah akan berdampak positif pada kedua mata uang komoditi tersebut.

Bulan Maret lalu inflasi tahunan China kembali naik 2.3%, lebih rendah dari perkiraan yang akan naik 2.4% dan sama dengan kenaikan bulan Pebruari yang merupakan persentase kenaikan tertinggi sejak bulan Juli 2014, sementara dalam basis bulanan (m/m) inflasi bulan Maret kembali turun 0.4% (atau -0.4%), lebih rendah dari bulan Pebruari yang naik 1.6% dan yang terendah dalam setahun terakhir.

Kenaikan inflasi tahunan bulan Maret tersebut disebabkan oleh meningkatnya harga makanan sebesar 7.6%, harga produk-produk consumer goods yang naik sebesar 2.5% dan jasa yang juga naik 1.9%. Sementara di tingkat produsen, PPI total y/y bulan Maret 2016 kembali turun 4.3% (atau -4.3%), lebih baik dari perkiraan yang akan turun 4.6% dan merupakan persentase penurunan terendah sejak bulan April 2015.

Untuk bulan April 2016 diperkirakan CPI total y/y (inflasi tahunan) akan kembali naik 2.3% sementara PPI total y/y akan turun 3.8% (atau -3.8%). Seperti telah disebutkan sebelumnya hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan berdampak positif pada AUD dan NZD.

Jam 13:00 WIB: data Industrial Production Jerman bulan Maret 2016 (Berdampak medium pada EUR)
Indikator ini mengukur output yang dihasilkan oleh sektor manufaktur, pertambangan dan industri lainnya di Jerman. Rilis data berupa persentasi perubahan dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month over month atau m/m) dan bulan yang sama dibandingkan dengan tahun sebelumnya (year over year atau y/y).

Bulan Pebruari lalu output industri Jerman turun 0.5% (atau -0.5%), lebih baik dari perkiraan yang akan turun 1.8% tetapi merupakan persentase penurunan tertinggi sejak September 2015 akibat merosotnya output sektor energi sebesar 1.8% dan sektor manufaktur yang mengalami kontraksi 0.5%. Sementara untuk basis tahunan (y/y) output industri bulan Pebruari naik 1.3%, lebih rendah dari Januari yang naik 1.8%. Untuk bulan Maret 2016 diperkirakan output industri Jerman m/m akan kembali turun 0.2% (atau -0.2%) dan y/y akan naik 1.0%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan EUR.

Jam 14:15 WIB: pidato anggota FOMC William Dudley (Berdampak medium pada USD)
Presiden Federal Reserve Bank of New York yang juga anggota FOMC William Dudley dijadwalkan berbicara pada sebuah diskusi panel mengenai sistem moneter internasional di Zurich.

Jam 15:30 WIB: data neraca perdagangan Inggris bulan Maret 2016 (Berdampak medium pada GBP)
Rilis neraca perdagangan Inggris secara rinci dibagi atas 3 item yaitu:
1. Visible Trade Balance yang hanya terdiri dari produk barang-barang fisik dan tidak menyertakan yang non fisik atau jasa. Item ini sering juga disebut dengan Trade Balance on Goods atau Merchandise Trade Balance.
2. Non European Union Trade Balance, yaitu neraca perdagangan total (barang dan jasa) terhadap negara-negara diluar Uni Eropa.
3. Total Trade Balance atau neraca perdagangan total (barang dan jasa) terhadap seluruh negara partner dagang Inggris. Neraca perdagangan total merupakan komponen terbesar dalam neraca pembayaran pemerintah Inggris.
Diantara ke 3 item tersebut yang paling berdampak adalah Visible Trade Balance, dan istilah neraca perdagangan selalu mengacu pada item ini.

Sejak kwartal terakhir 2012 perdagangan Inggris selalu defisit. Bulan Pebruari lalu defisit sebesar £12.0 milyard, lebih rendah dari perkiraan yang akan defisit £12.2 milyard tetapi lebih baik dari Januari yang defisit £12.2 milyard (revisi dari data sebelumnya yang defisit £10.3) milyard. Menyusutnya defisit bulan Pebruari disebabkan oleh meningkatnya ekspor ke negara-negara Uni Eropa. Untuk bulan Maret 2016 diperkirakan perdagangan Inggris akan kembali defisit sebesar £11.2 milyard. Defisit yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan GBP.

Jam 17:00 WIB: indeks NFIB Small Business di AS bulan April 2016 (Berdampak medium pada USD)
Indeks yang dirilis oleh National Federation of Independent Business (NFIB) ini mengukur pandangan para pelaku bisnis skala kecil terhadap keadaan perekonomian AS saat ini. Bisnis skala kecil adalah perusahaan swasta yang mempekerjakan 1 hingga 250 tenaga kerja termasuk pemiliknya. Item survey meliputi hasil penjualan, ketersediaan barang, pendapatan perusahaan, tingkat upah, tingkat inflasi dan kredit. Tidak ada angka patokan untuk mengukur optimisme atau pesimisme. Jika hasil rilis lebih tinggi dari sebelumnya maka pelaku bisnis lebih optimis.

Bulan Maret lalu indeks NFIB berada pada angka 92.6, lebih rendah dari perkiraan 93.9 dan yang terendah dalam setahun terakhir. Untuk bulan April 2016 diperkirakan indeks akan berada pada angka 93.2. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

Jam 21:00 WIB: data Job Openings and Labor Turnover Summary (JOLTS) AS bulan Maret 2016 (Berdampak medium pada USD)
Data yang dirilis setiap bulan oleh biro statistik tenaga kerja AS ini mengukur jumlah lapangan pekerjaan baru yang tersedia di seluruh AS diluar sektor pertanian selama kurun waktu sebulan. Informasi jenis pekerjaan baru tersebut bisa diperoleh dari Job Fair yang diadakan secara rutin di seluruh negara bagian. Meski dirilis sebulan lebih lambat dari perubahan jumlah tenaga kerjanya (Non-Farm Payrolls), tetapi The Fed menganggap sebagai salah satu leading indicator bagi kondisi tenaga kerja secara keseluruhan.

Bulan Pebruari lalu jumlah lapangan pekerjaan baru di AS mencapai 5.445 juta job, lebih rendah dari perkiraan yang 5.570 juta job dan juga lebih rendah dari bulan Januari yang mencapai 5.604 juta job. Untuk bulan Maret 2016 diperkirakan jumlah lapangan pekerjaan baru akan naik ke angka 5.550 juta job. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.