in Fundamental by heri
Indeks harga konsumen atau biasa disebut Consumer Price Index biasanya disingkat menjadi CPI, singkatan lainnya adalah Core CPI yang digunakan untuk indeks yang disebut “core” atau “utama” diluar data energi dan makanan. CPI melacak rata-rata perubaahna dalam harga sejumlah barang dan jasa, contohnya inflasi harga barang konsumen dan dalam susunan kelompok dan merupakan indikator utama dari tingkat inflasi di negara. Kelompok mutlak diukur oleh: CPI = [0,38 x (harga perumahan2 – harga perumahan1 / harga perubahan 1) + 0,19 x (makanan ) + 0,08 (bahan bakar) + 0,07 x (bahan bakar) + 0,28 x lainnya, namun angka utama CPI adalah perubahan persentase dalam nilai persentase bulanan dan tahunan (CPI2 – CPI1).

Kategori produk utama:

1. Makanan dan minuman

2. Akomodasi

3. Pakaian dan jasa

4. Transportasi

5. Layanan kesehatan

6. Hiburan

7. Barang dan jasa lainnya

Contohnya:

1. Makanan, minuman, tembakau

2. Pakaian, sepatu

3. Persewaan & energi – dimana energi tidak termasuk bahan bakar

4. Furnitur, barang rumah tangga

5. Kesehatan dan barang perawatan tubuh

6. Transmisi berita

7. Pendidikan, waktu luang

8. Peralatan pribadi, lain-lain

Laporan dikeluarkan pada 08:30 pagi atau pada 16:30 waktu Moscow selama bagian kedua dalam satu bulan, mengikuti periode yang dilaporkan, oleh biro statistik tenaga kerja untuk bulan sebelumnya. Data mengenai harga konsumen adalah laporan terakhir, dikarakteristik oleh komponen inflasi dalam cabang yang berbeda dalam ekonomi setelah data harga ekspor dan impor dan laporan harga industri.

Korelasi dengan indikator lainnya. CPI memiliki dampak dalam evaluasi jangka panajng dari sebagian kekuatan pembelian di seluruh negeri dan juga dalam pengaturan suku bunga kebijakkan moneter FRS. Kenaikkan CPI biasanya menyebabkan penurunan level permintaan dan volume penjualan retail, namun hal ini berada di periode jangka menengah. Dalam perkiraan jangka pendek dan sebaliknya, kenaikkan harga menunjukkan aktifitas konsumen yang tinggi. Indikator seperti M2, harga industri dan impor memiliki pengaruh dalam indeks ini. CPI dianalisa bersamaan dengan PPI (producer price index). Jika ekonomi berkembang dalam kondisi normal, maka kenaikkan CPI dan PPI akan menyebabkan kenaikkan suku bunga di negara. Ini akan menjadi hasil kenaikkan nilai dolar AS, sebagai kekuatan penarikkan uang yang didepositkan pada mata uang dengan kenaikkan suku bunga yang besar.

Keunikkan kebijakkan indikator ini. Perbedaan utama dalam struktur CPI adalah antara barang dan jasa. Barang masuk hampir 44,0% indeks dan jasa – 56,0%. Ada dua peraturan dalam perkiraan tren indlasi dari dua sektor.

Inflasi sektor barang lebih mudah berubah, daripada indlasi dari satu jasa. Alasan utama adalah barang sektor yang diperdagangkan bergantung pada harga makanan dan energi. Dua komponen tersebut menempatai hampir setengah elemen komoditas dan perubahan harga yang signifikan. Inflasi sekor jasa tidak terlalu dapat berubah selama siklus trading dan berada dibalik inflasi barang. Ketinggian dan kerendahan harga menahan fluktuasi harga dalam sektor barang untuk 6 bulan rata-rata. Saat CPI dikeluarkan, pasar mulai menarik perhatian pada perubahan bulan ke bulan dan pada perubahan elemen dasar, yang memberikan tingkat inflasi tertinggi (harga pada barang dan makanan). Angka tahunan pertumbuhan CPI menyebabkan ketertarikkan yang sedikit. Saat pasar mendapatkan informasi mengenai inflasi utama atau “core” dan juga statistik pada makanan dan energi, perhatian akan berubah pada perubahan yang tidak diharapkan di area tersebut. Diharuskan memperhatikan:

Pergerakkan inlflasi dalam kelompok komoditas yang terpisah, karena mereka menyebabkan perubahan pada pasar finansial. Semakin banyak perubahan, mereka akan semakin signifikan. Perilaku kelompok batang yang merupakan pergerakkan inflasi mungkin merupakan yang paling kuat dan tidak terkira. Saat perubahan yang tidak diperkirakan masuk pada sektor, maka akan mengurangi tenaga dariipada pergerakkan harga pada sektor inflasi inti atau “core”. Diharuskan untuk menganggap komponen terpisah tersebut sebagai hal yang saling terhubung, contohnya, energi tidak dikalkulasi, karena termasuuk dalam jasa lain dan komponen yang dapat diperdagangkan, contohnya akun ganda harus diingat. Pertama, anda harus ingat bahwa inflasi memiliki siklusnya sendiri yang berada di balik siklus pertumbuhan GDP. Inilah sebabnya tinajuan rata-rata perubahan bulanan dari CPI akan mendapat kesalahan informasi, karena mereka terlalu mirip pada setiap periode sklus perdagangan. Hal ini juga mengacu pada CPI inti. Nilai CPI inti menunjukkan rata-rata dam data yang lebih benar dalam siklus harga konsumen, daripada total CPI. Level ketinggian dan kerendahan historikal untuk CPI inti seringkari berhubungan dengan periode resesi dan kebangkitan dan hanya dua dari sepuluh kasus yang tidak berhubungan dengan peraturan dalam fase pemulihan.