Gold-Invest-in-hand Commodity: Penguatan Dollar Tekan Harga Emas
Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada akhir sesi hari Selasa, tertekan oleh penguatan dolar AS dan aksi ambil untung. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun $4, atau 0,31%, dan menetap di level $1.291,80 per troy ounce.

Emas berada di bawah tekanan karena indeks dolar AS naik terhadap sebagian besar mata uang utama pada Selasa. Indeks dollar adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka harga emas berjangka akan turun, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Para analis juga mengatakan bahwa sebagian investor mulai melakukan ambil untung mereka pada Selasa pagi, setelah harga emas menguat selama enam hari perdagangan berturut-turut, mengerahkan tekanan tambahan pada harga emas berjangka.Pedagang sedang menunggu rilis laporan ketenagakerjaan ADP (Automated Data Processing) dan laporan perdagangan internasional, yang keduanya akan keluar pada Rabu.

Sementara itu, laporan klaim pengangguran mingguan akan dirilis pada Kamis, dan laporan ketenagakerjaan bulanan besar akan diumumkan pada Jumat. Perak untuk pengiriman Juli turun 18,30 sen, atau 1,03%, dan ditutup pada level $17,499 per ounce.