24 Maret 2016 : Retail Sales Inggris Dan Durable Goods Orders AS

in Fundamental by yeremia Leave a comment
Jam 14:00 WIB: indeks kepercayaan konsumen Jerman versi Gfk bulan Maret 2016 (Berdampak medium pada EUR)
Indeks kepercayaan konsumen di Jerman ini dirilis oleh Gfk dan dibuat berdasarkan survey terhadap 2000 responden mengenai keadaan ekonomi saat ini dan perkiraan untuk beberapa waktu kedepan. Pertanyaan yang diajukan termasuk juga keadaan finansial dan produk kebutuhan pokok yang dikonsumsi. Indeks ini adalah indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas perekonomian pada umumnya. Meski demikian indikator ini dampaknya tidak sebesar indeks IFO Business Climate karena cakupan responden IFO lebih besar dan lebih berpengaruh pada pasar.

Bulan Pebruari lalu indeks kepercayaan konsumen berada pada angka 9.5, lebih tinggi dari perkiraan yang 9.2 dan yang tertinggi sejak September 2015 akibat indeks income expectations yang naik dengan signifikan. Untuk bulan Maret 2016 diperkirakan indeks akan kembali berada pada angka 9.5. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan EUR.

Jam 16:00 WIB: rilis bulletin ekonomi European Central Bank (ECB) (Berdampak medium pada EUR)
Bulletin ekonomi ini dirilis oleh ECB 8 kali per tahun, sekitar 2 minggu setelah pengumuman suku bunga. Berisi mengenai data statistik ekonomi dan analisa saat menentukan suku bunga serta pandangan bank sentral terhadap kondisi perekonomian kawasan saat ini dan untuk waktu yang akan datang.

Jam 16:30 WIB: data Retail Sales Inggris bulan Pebruari 2016 (Berdampak tinggi pada GBP)
Retail Sales adalah salah satu indikator penting yang bisa menggerakkan mata uang GBP. Di Inggris indikator ini disebut juga dengan Sales Volume atau All Retailers Sales. Ada 2 jenis rilis, Retail Sales total dan Retail Sales inti yang tidak termasuk otomotif dan bahan bakar, masing-masing untuk month over month (m/m) yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan year over year (y/y) yang dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Penjualan retail merupakan indikator awal untuk pengeluaran konsumen dan akan berdampak pada pertumbuhan dan juga tingkat inflasi. Di Inggris yang berdampak tinggi adalah Retail Sales total baik m/m maupun y/y.

Penjualan retail total Inggris bulan Januari lalu naik 2.3%, lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 0.8% dan merupakan persentase kenaikan tertinggi sejak bulan Desember 2013, sementara untuk basis tahunan (y/y) bulan Januari lalu penjualan retail total naik 5.2%, tertinggi sejak September 2015. Naiknya penjualan retail bulan Januari tersebut akibat meningkatnya penjualan toko makanan (+1.1%), toko tekstil dan pakaian (+3.3%), stasiun bahan bakar (+2.5%) dan toko lainnya (+8.1%). Untuk bulan Pebruari 2016 diperkirakan Retail Sales total m/m akan turun 0.7% (atau -0.7%) sementara y/y akan kembali naik 3.5%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

Jam 17:15 WIB: hasil lelang TLTRO European Central Bank (ECB) bulan Maret 2016 (Berdampak medium pada EUR)
Hasil lelang ini mengukur jumlah pinjaman ECB ke bank-bank di kawasan Euro tahap ke 6 dengan bunga sesuai dengan ketentuan dan masa jatuh tempo hingga September 2018. Program ini diharapkan akan meningkatkan likuiditas perbankan di kawasan Euro guna memacu pertumbuhan ekonomi. Hasil lelang pada 11 Desember 2015 lalu sebesar €18.3 milyard, jauh lebih tinggi dari perkiraan yang €7.5 milyard dan lebih tinggi dari lelang 24 September 2015 yang €15.5 milyard. Untuk hasil lelang hari ini pasar tidak memberikan perkiraan, dan jika lebih tinggi dari sebelumnya (€18.3 milyard) maka akan berdampak positif pada EUR.
Hasil lelang TLTRO bulan Desember 2015 ini bisa dilihat disini

Jam 18:00 WIB: indeks Confederation of British Industry (CBI) Realized Sales Inggris bulan Maret 2016 (Berdampak medium pada GBP)
Indeks ini dibuat oleh Confederation of British Industry (CBI) berdasarkan survey terhadap pedagang retail dan distributor mengenai jumlah relatif volume penjualan retail yang telah terealisasi. Angka positif menunjukkan volume penjualan yang tinggi, dan sebaliknya. Indeks ini adalah indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi di Inggris. Untuk bulan Maret 2016 diperkirakan indeks akan berada pada angka 12, lebih tinggi dari Pebruari yang 10 (terendah dalam 3 bulan terakhir). Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan GBP.

Jam 19:15 WIB: pidato anggota FOMC James Bullard (Berdampak medium pada USD)
Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis yang juga anggota FOMC James Bullard dijadwalkan berbicara di Association for Business Economics, di New York.

Jam 19:30 WIB: data Durable Goods Orders AS bulan Pebruari 2016 (Berdampak tinggi pada USD)
Meningkatnya order durable goods atau produk-produk tahan lama mencerminkan optimisme konsumen dalam investasi. Termasuk jenis ini adalah komputer, televisi, mobil hingga pesawat terbang. Penjualan barang-barang tersebut akan sangat berpengaruh pada produksi dan output, dan sangat sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi. Ada 2 rilis yaitu order Durable Goods inti (Core Durable Goods) yang tidak memasukkan produk sarana transportasi dan order Durable Goods total. Data DGO yang meningkat menunjukkan kepercayaan pasar pada trend pertumbuhan sektor manufaktur di AS. Indikator ini dinyatakan dalam persentase perubahan jumlah order dibandingkan bulan sebelumnya.

Bulan Januari lalu DGO total naik 4.9%, lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 3.0% dan merupakan persentase kenaikan tertinggi sejak bulan Maret 2015, sementara DGO inti naik 1.8%, lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 0.2% dan merupakan persentase kenaikan tertinggi sejak Agustus 2015. Naiknya DGO total bulan Januari disebabkan oleh naiknya order peralatan transportasi sebesar 11.5%. Untuk bulan Pebruari 2016 diperkirakan DGO total akan turun 3.0% (atau -3.0%) sementara DGO inti akan turun 0.2% (atau -0.2%). Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Jam 19:30 WIB: data Jobless Claims AS per 18 Maret 2016 (Berdampak tinggi pada USD)
Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi. Ada 2 data yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data initial.

Minggu lalu Jobless Claims AS kembali naik 7,000 ke 265,000 klaim dibandingkan minggu sebelumnya, lebih rendah dari perkiraan 267,000, sementara klaim rata-rata 4 mingguan berada pada angka 268,000 klaim, naik 750 klaim dibandingkan minggu sebelumnya. Jobless Claims AS berada dibawah angka 300,000 sejak setahun terakhir secara berturut-turut, menunjukkan pasar tenaga kerja yang stabil. Untuk minggu ini diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan bertambah 2,000 ke angka 267,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Kembali Ke Ekonomi Global

in Fundamental by yeremia Leave a comment
Keyakinan investor di luar Eropa meningkat menjelang penutupan sesi perdagangan AS begitu fokus mereka kembali teralihkan pada sinyal-sinyal pertumbuhan global. Hal ini memicu investor untuk kembali berpindah dari mata uang safe haven ke Dolar dan mata uang-mata uang berimbal hasil tinggi lainnya.

“Walaupun berbagai peristiwa terjadi di luar sana, secara umum, sentimen pasar tentang pertumbuhan, dan sentimen pasar tentang China masih berlanjut makin positif dan makin optimis,” kata Jonathan Lewis, Kepala Investasi di Fiera Capital Inc di New York yang diwawancarai oleh Reuters.

Perilaku investor tersebut menguatkan Dolar Kanada dan Dolar Australia pagi ini. Kedua mata uang tersebut mengandung risiko yang cukup besar karena keterkaitannya dengan harga komoditas. Akan tetapi, Dolar Kanada dan Dolar Australia masih menawarkan suku bunga yang lebih tinggi daripada Dolar AS.

Menurut Boris Schlossberg di BK Asset Management, makin tidak stabil kondisi di Eropa maka makin sulit bagi Euro untuk mempertahankan levelnya. Belum lagi fakta yang terjadi di Brussels, yang secara tak tertulis berfungsi sebagai “ibukota” bagi Zona Euro, menurut Schlossberg, memberikan dampak yang besar bagi pasar. Secara umum, telah muncul ketidakpastian dalam pasar saat ini karena tak ada yang bisa memperkirakan apa yang akan terjadi berikutnya.

z?s=EURUSD=X&t=7d Kembali Ke Ekonomi Global

23-24 Maret 2016 : New Home Sales AS Dan Perdagangan Selandia Baru

in Fundamental by yeremia Leave a comment
Rabu, 23 Maret 2016:
Jam 03:00 WIB: anggaran belanja tahunan pemerintah Canada (Berdampak medium pada CAD)
Data ini dirilis oleh departemen keuangan Canada setiap setahun, memuat perkiraan pemerintah mengenai pengeluaran, penerimaan dan pinjaman dalam setahun yang akan datang, termasuk juga perencanaan investasi.
Anggaran belanja pemerintah Canada untuk tahun 2016 bisa diunduh disini.

Jam 19:40 WIB: pidato presiden Bundesbank Jens Weidmann (Berdampak medium pada EUR)
Presiden Bundesbank Jerman Jens Weidmann dijadwalkan berbicara di Liechtenstein Finance Forum.

Jam 20:00 WIB: pidato anggota FOMC James Bullard (Berdampak medium pada USD)
Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis yang juga anggota FOMC James Bullard dijadwalkan berbicara di kantor pusat Bloomberg di New York.

Jam 21:00 WIB: bulletin Swiss National Bank (SNB) (Berdampak medium pada CHF)
Bulletin ini dirilis oleh SNB setiap kwartal, berisi hasil evaluasi data statistik pada saat SNB menentukan suku bunga Libor (Libor rate), beserta analisa perekonomian Swiss saat ini dan prediksi untuk waktu yang akan datang.

Jam 21:00 WIB: data New Home Sales AS bulan Pebruari 2016 (Berdampak medium-tinggi pada USD)
Data ini dirilis oleh Biro Sensus AS, mengukur jumlah penjualan rumah baru di AS selama periode satu bulan. Rilis data ini berdampak tinggi karena penjualan rumah baru akan memicu konsumsi produk-produk lainnya disamping perusahaan leasing dan broker property juga akan memperoleh penghasilan dari transaksi jual beli rumah tersebut. Indikator ini sering digunakan sebagai konfirmator untuk trend penjualan perumahan dan pengeluaran konsumen. Jika perekonomian sedang mengalami kontraksi atau resesi, New Home Sales adalah salah satu indikator fundamental yang mengisyaratkan keadaan tersebut.

Bulan Januari lalu penjualan rumah baru di AS mencapai 494,000 unit, lebih rendah dari perkiraan 522,000 unit dan yang terendah dalam 3 bulan terakhir akibat penjualan di bagian barat turun 32.1% dan di bagian tengah turun 5.9%. Untuk bulan Pebruari 2016 diperkirakan penjualan rumah baru akan kembali naik ke angka 512,000 unit. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Jam 21:30 WIB: data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 18 Maret 2016 (Berdampak pada USD dan CAD)
Data ini dirilis tiap minggu oleh Energy Information Administration (EIA) AS, dan disebut juga dengan Crude Stocks atau Crude Levels, yang mengukur perubahan jumlah persediaan minyak mentah (dalam satuan barrel) untuk industri di AS. Meski indikator ini dirilis oleh AS namun berdampak juga pada CAD mengingat impor sebagian minyak mentah AS berasal dari Canada.

Karena menyangkut tingkat persediaan, indikator ini juga akan mempengaruhi harga minyak di AS dan akan berdampak pada tingkat inflasi. Minggu lalu persediaan minyak mentah industri bertambah sebesar 1.317 juta barrel, lebih rendah dari perkiraan yang akan bertambah 2.900 juta barrel dan yang terendah dalam 5 minggu terakhir. Untuk minggu ini diperkirakan akan bertambah 2.500 juta barrel. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan berdampak positif pada USD dan CAD.

Kamis, 24 Maret 2016:
Jam 04:45 WIB: data neraca perdagangan Selandia Baru bulan Pebruari 2016 (Berdampak tinggi pada NZD)
Pemasukan dari hasil perdagangan internasional sangat penting bagi perekonomian Selandia Baru. Negara ini mengandalkan hasil produk agricultural dan makanan olahan untuk diekspor, sementara impornya terbatas pada energi, mesin-mesin, tekstil dan plastik. Partner dagang utamanya adalah Australia, China, AS, Uni Eropa dan Jepang.

Indikator ini mengukur perbedaan total nilai impor dan ekspor dalam periode waktu satu bulan. Jika nilai total ekspor lebih besar dari nilai total impor maka neraca perdagangan mengalami surplus, dan sebaliknya jika nilai total impor lebih besar dari ekspor maka perdagangan mengalami defisit. Perdagangan yang surplus akan menyebabkan permintaan mata uang NZD meningkat.

Bulan Januari lalu perdagangan Selandia Baru kembali untuk pertama kalinya mengalami surplus sebesar NZD 8.11 juta sejak Mei 2015, lebih baik dari perkiraan yang akan defisit NZD 250 juta. Pada bulan Januari nilai ekspor susu bubuk, mentega, keju dan buah cherry meningkat. Untuk bulan Pebruari 2016 diperkirakan perdagangan Selandia Baru akan kembali surplus sebesar NZD 75 juta. Angka surplus yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan NZD menguat.

RBA Tetap Berkomitmen Pada Nilai Tukar Mengambang

in Fundamental by yeremia Leave a comment
Komentar Stevens tersebut seolah mematahkan kritik yang pernah diluncurkan oleh perwakilan Menteri Keuangan AS yang menyebutkan bahwa Australia sepertinya sangat berhasrat pada pengaturan nilai tukar (fix exchange rate), khususnya untuk tujuan mendepresiasi nilai tukar Dolar Australia.

“Kami menjalankan kebijakan moneter yang normal, nilai tukar mata uang pun masih mengambang, dan kami belum mengintervensi Dolar Australia sejauh ini,” kata Stevens merujuk pada periode ketika mata uang Australia bergolak menuju kisaran 1.10 per Dolar AS pada tahun 2011 dan kemudian berdampak pada merosotnya harga komoditas. “Terkadang kami memiliki opini sendiri tentang harga pasar, namun memang belum populer di lingkup perbankan sentral,”

Yang pasti, Stevens juga menegaskan komitmennya tentang nilai tukar ter-floating atau mengambang dengan menjawab ringkas “Ya” atas pertanyaan tentang hal tersebut.

Sementara itu, menanggapi pertanyaan tentang bagaimana pasar mencerna nilai tukar saat saat ini di tengah kebijakan beberapa negara yang sibuk mengejar tingkat suku bunga nol, Stevens menjawab bahwa pertanyaan semacam itu seharusnya ditujukan pada negara yang memang sudah menerapkan suku bunga nol saja.

Rupanya tak banyak pengaruh yang diberikan oleh pidato Stevens hari Selasa ini, AUD/USD diperdagangkan di angka 0.7605 sore ini saat berita ini ditulis. AUD/USD telah menanjak lebih dari 6 persen bulan ini.

z?s=AUDUSD=X&t=7d RBA Tetap Berkomitmen Pada Nilai Tukar Mengambang

GOLD Kembali Bearish Pada Kisaran USD1244

in Fundamental by yeremia Leave a comment
Setelah pernyataan FOMC terakhir pekan lalu, menurut Fed-watch, kemungkinan kenaikan suku bunga bulan Juni mendatang merosot ke 38 persen. Sementara kemungkinan kenaikan pada bulan September hampir tidak berubah pada angka 60 persen dan untuk Desember tetap pada 75 persen. Jadi keputusan FED pekan lalu tampaknya tidak terlalu memiliki dampak pada proyeksi pasar akan prospek kenaikan suku bunga untuk bulan September dan Desember mendatang.

Minggu ini, rilis data ekonomi AS yang akan menjadi fokus adalah core durable goods dan PDB Q4 (final) dan untuk Eropa ada PMI manufaktur. Investor Emas saat ini sedang dalam dilema. Di satu sisi, dolar yang lebih lemah dan kebijakan bank sentral yang mendorong peningkatan daya tarik Emas, tapi di sisi lain faktor yang sama juga membantu untuk mendukung pasar saham AS.

Pada grafik H4 di bawah ini dapat dilihat salah satu kemungkinan hitungan Elliott Wave yang dapat membantu anda mengambil keputusan trading hari ini.

sf_074531_261917_1 GOLD Kembali Bearish Pada Kisaran USD1244