35IHSG2 Bursa Asia Serempak Melambat, IHSG Lanjutkan Pelemahan
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan pagi ini, bersamaan dengan bursa saham Asia yang juga serempak bergerak di zona merah. Mengawali perdagangan, Kamis (25/3), IHSG dibuka melemah 16,390 poin (0,34%) ke 4.837,786. Sementara indeks unggulan LQ45 dibuka turun 4,346 poin (0,53%) ke 839.350.

Pada awal perdagangan preopening, IHSG dibuka turun 17,553 poin (0,36%) ke 4.836,623. Sementara indeks LQ45 dibuka terkoreksi 4,325 poin (0,51%) ke 839.463. Menutup perdagangan kemrain, IHSG ditutup turun 1,931 poin (0,04%) ke 4.854,176. Sementara indeks LQ45 ditutup melemah 1,839 poin (0,22%) ke 843.788.

Sementara di pasar uang, dolar AS menguat terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS pagi ini naik ke Rp 13.201, dibandingkan posisi sore kemarin di Rp 13.175.

Sedangkan kondisi bursa saham Asia pagi ini, antara lain: Indeks Nikkei 225 turun 50,28 poin (0,30%) ke 16.951,13, Indeks Hang Seng turun 222,58 poin (1,08%) ke 20.392,65, Indeks SSE Composite turun 33,99 poin (1,13%) ke 2.975,97, dan Indeks Straits Times turun 24,24 poin (0,84%) ke 2.857,68.

Sebagai informasi, pemerintah Indonesia dan Tiongkok menargetkan komitmen investasi Tiongkok di Indonesia untuk tahun 2016 sebesar 30 miliar dolar AS. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan hal itu saat mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Kota Sanyang, Provinsi Hainan, Tiongkok, Rabu (23/3) untuk bertemu dengan sejumlah investor setempat. Nilai komitmen investasi dari Tiongkok ke Indonesia sebesar 30 miliar dolar AS pada 2016 ini.

Untuk mendorong realisasi investasi dari Negeri Tirai Bambu tersebut, Pemerintah Indonesia pun merencanakan untuk membuka kantor BKPM perwakilan di Tiongkok. Hal itu dilakukan untuk mempermudah para investor Tiongkok untuk mendapatkan informasi mengenai proses investasi di Indonesia.

Total realisasi penanaman modal asing, kecuali sektor hulu migas dan keuangan, dari Tiongkok ke Indonesia selama 2010 hingga 2015 mencapai 2,1 miliar dolar AS. Berdasarkan data BKPM, Tiongkok berada di urutan ke-11 negara asing yang merealisasikan penanaman modalnya ke Indonesia.