in Berita Pasar by heri
asiaaj2 Bursa Asia Cendrung Negatif
Keengganan investor mengambil risiko pada transaksi perdagangan hari ini membuat bursa Asia memerah. Berdasarkan data bloomberg, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,8%. Ini merupakan level terendah sejak 10 Maret lalu. Merahnya bursa regional tak terlepas dari aksi jual yang melanda pasar saham Jepang. Hari ini, indeks Topix Jepang anjlok 1,4% ke posisi terendahnya dalam tujuh pekan terakhir.

Sementara, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,7% dipicu oleh penurunan saham energi dan barang konsumen. Di sisi lain, indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru turun 0,2%. Sedangkan indeks Kospi Korea Selatan turun 0,7%. Penurunan harga minyak dunia ke bawah US$ 36 per barel menjadi salah satu sentimen negatif bursa Asia. Pemicunya tak lain pernyataan Arab Saudi yang menegaskan tidak akan menerapkan Oil Freeze jika Iran tidak ikut mengimplementasikannya.

“Investor rada enggan mengambil risiko saat ini seiring menurunnya harga minyak dan pasar saham AS yang berakhir di teritori negatif tadi malam,” jelas Khoon Goh, senior foreign exchange strategist Australia & New Zealand Banking Group Ltd di Singapura. Sentimen lainnya adalah penguatan yen terhadap dollar AS. Posisi yen menguat 0,4% menjadi 110,95 per dollar AS setelah perkasa 0,3% pada sesi terakhir. “Posisi yen saat ini menggambarkan langkah hati-hati investor mengenai perekonomian global yang sudah dilakukan investor sejak awal tahun,” papar Vassili Serebriakov, foreign exchange strategist BNP Paribas SA di New York, Menurutnya, hingga saat ini, Bank of Japan belum mampu memperlemah posisi yen.