in Berita Pasar by heri

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan pagi ini bergerak di teritori positif. Pada awal perdagangan, Selasa (12/4), IHSG dibuka menguat 1,45 poin (0,03%) ke 4.788,422.

Mengakhiri perdagangan kemarin, IHSG ditutup terpangkas 59,730 poin (1,23%) ke level 4.786,974. Sementara Indeks LQ45 ditutup terkoreksi 13,398 poin (1,60%) ke level 826,315.

Adapun kondisi bursa saham Asia pagi ini, antara lain: Indeks Nikkei 225 naik 184,21 poin (1,17%) ke 15.946,43, Indeks Hang Seng naik 26,49 poin (0,13%) ke 20.467,30, Indeks SSE Composite turun 13,20 poin (0,43%) ke 3.020,76, dan Indeks Straits Times naik 1,76 poin (0,06%) ke 2.811,81.

Sementara di pasar uang, dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS pagi ini dibuka di Rp 13.095, dibandingkan posisi sore kemarin di Rp 13.124.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) pada kuartal I-2016 sebesar Rp 165,8 triliun, atau 50,7% dari pagu dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 yaitu Rp 327,2 triliun. Realisasi penerbitan ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dengan besaran Rp 145,1 triliun atau 48,7% dari pagu dalam APBN-P 2015, yaitu Rp 297,7 triliun.

Tingginya pembiayaan, dikarenakan kebutuhan belanja yang cukup besar di awal tahun. Apalagi dengan kondisi penerimaan negara yang masih rendah. Pemerintah bahkan menerbitkan SBN sejak akhir 2015 lalu. Di samping itu, pemerintah juga menarik pembiayaan dari perbankan dalam negeri sebesar Rp 1,3 triliun, atau 23,3% dari pagu yang sebesar Rp 5,5 triliun.

Dalam APBN 2016, defisit anggaran yang dipatok adalah 2,1% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau sebesar Rp 273,2 triliun. Pemerintah meyakini, defisit akan terus melebar, seiring dengan kondisi penerimaan yang realisasinya diperkirakan lebih rendah dari target. Maka dari itu, dalam pengajuan Rancangan APBN Perubahan 2016, defisit dipatok menjadi 2,5% terhadap PDB atau setara dengan realisasi pada tahun lalu.