35IHSG2 Bursa Asia Bergerak Positif, IHSG Bertahan di Jalur Hijau
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini bergerak di zona hijau. IHSG menembus level 4.800, bersamaan dengan bursa saham Asia yang kompak menghijau pagi ini. Mengawali perdagangan Rabu (2/3), IHSG dibuka menguat 0,58% ke 4.812,011. Sementara indeks LQ45 dibuka naik 8,106 poin (0,97%) ke 845.249.

Pada perdagangan preopening, IHSG dibuka naik 28,878 poin (0,60%) ke 4.808,863. Sementara indeks LQ45 dibuka menguat 7,114 poin (0,85%) ke 844.257. Mengakhiri perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 9,029 poin (0,19%) ke 4.779,985. Sementara indeks LQ45 ditutup naik 2,401 poin (0,29%) ke 837.143. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini dibuka melemah ke Rp 13.286, dibandingkan posisi sore kemarin di Rp 13.335.

Sementara itu, kondisi bursa saham Asia pagi ini, antara lain: Indeks Nikkei 225 naik 566,12 poin (3,52%) ke 16.651,63, Indeks Hang Seng naik 413,40 poin (2,13%) ke 19.820,86, Indeks SSE Composite naik 22,70 poin (0,83%) ke 2.755,87, dan Indeks Straits Times 35,77 poin (1,33%) ke 2.718,55.

Direktur Keuangan Negara dan Analisa Moneter Bappenas Sidqy LP Suyitno menilai kebijakan suku bunga acuan (BI rate) oleh bank sentral masih tergantung faktor global, khususnya rencana kenaikan Fed Fund Rate (FFR). Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia sendiri pada 17 dan 18 Februari 2016 lalu, memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 7%.

Menurut Sidqy, porsi kepemilikan asing yang cukup besar di pasar saham dan surat berharga negara (SBN), menjadikan risiko arus modal keluar (capital outflow) juga semakin tinggi. Porsi asing di pasar saham sendiri mencapai 60%, sedangkan di SBN asing menguasai sekitar 40%-nya. Di tengah dinamika perkembangan ekonomi global dan domestik, defisit transaksi berjalan sendiri menunjukkan kondisi yang positif. Defisit transaksi berjalan mencapai USD 17,8 miliar (2,06% dari PDB), lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai USD 27,5 miliar (3,09% dari PDB).