in Berita Pasar by yeremia
Dolar AS melebarkan sayap penguatannya hingga penghujung sesi perdagangan Asia sore hari ini (14/04), setelah mencetak level satu harian terbesar dalam lebih dari satu bulan, karena meningkatnya sentimen global yang mengarahkan para investor untuk memangkas posisi bearish Dolar AS.

Federal Reserve telah menyoroti ketidakpastian global sebagai penghalang kenaikan suku bunga acuan The Fed. Jadi, saat data perdagangan China menunjukkan adanya kenaikan, ditambah dengan kenaikan harga komoditas yang tampak mengurangi risiko kelesuan global, Dolar pun meresponnya dengan gerakan bullish. Otoritas Keuangan Singapura, MAS, pagi tadi diberitakan melonggarkan kebijakan, sehingga menandai adanya perlambatan global yang biasanya berpengaruh positif bagi Dolar AS.

Masih di pekan ini, tiga orang pejabat The Fed, Jeffrey Lacker (Presiden The Fed untuk wilayah Richmond), John Williams (Presiden The Fed untuk wilayah San Fransisico), dan Patrick Harker (Presiden The Fed untuk Philadelphia), ketiganya memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga untuk beberapa kali masih mungkin terjadi di tahun ini.

sf_145627_TM1460620575_bullish_dollar Bullish Greenback Makin Mantap Seiring Naiknya Sentimen Risiko