in Berita Pasar by yeremia
Dolar AS melemah terhadap mata uang-mata uang mayor di hari Rabu (30/03) ini setelah pidato Yellen di hadapan Economic Club of New York malam hari tadi. Mata uang AS tergelincir hampir 5 persen sejak akhir Januari lalu dalam spekulasi penyesuaian kebijakan oleh para pejabat The Fed dalam outlook pertumbuhan ekonomi global.

Pelemahan Dolar AS yang dimulai sejak sesi perdagangan malam tadi diakibatkan oleh pernyataan yang bernada dovish, yakni enggan untuk menaikkan suku bunga. Yellen memperingatkan bahwa pihaknya akan menaikkan suku bunga secara hati-hati, namun kalimat tersebut kemudian diikuti dengan pernyataan bahwa FED juga akan mempertimbangkan stimulus jika diperlukan. Bull Dolar pun luruh merespon pernyataan tersbeut.

Pidato Yellen kontradiktif terhadap komentar-komentar dari pejabat FED yang lainnya, yang menyebutkan bahwa ada kemungkinan suku bunga akan dinaikkan Bulan April mendatang. Menurut Kathy Lien, analis di BK Asset Management, bull Dolar AS berharap pidato Yellen malam tadi akan mengonfirmasi pernyataan yang tak dovish dari pejabat-pejabat The Fed minggu lalu, namun kenyataannya justru tidak. Ketua The Fed jelas-jelas memberikan pandangan yang bisa dikatakan tak optimis.

Komentar Yellen mengimplikasikan, dengan asumsi merujuk pada pernyataan Yellen saja, tingkat suku bunga AS tidak akan diubah pada April maupun Juni. Data ketenagakerjaan AS memang terbukti memuaskan, akan tetapi rendahnya inflasi dan ketidakpastian perekonomian China dan global tak boleh diabaikan.

c_sf_101734_262287_dollar-bull Bull Dolar AS Tersapu "Kepakan Sayap" Dovish Yellen