[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_image id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”https://www.ifx.web.id/wp-content/uploads/dolar-Aussie63-1.jpg” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][sdf_text_block id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Berita ekonomi di hari Selasa(24/5), Gubernur Bank Sentral Australia Glenn Stevens menyebutkan dirinya memfokuskan untuk menyusun kembali kerangka kebijakan moneter dalam mendorong pertumbuhan inflasi domestik.

Glenn Stevens beranggapan bahwa dalam beberapa tahun kedepan pemerintah harus bekerja penuh dalam memperbaiki pertumbuhan fiskal. Kenyataanya pertumbuhan inflasi saat ini sangat rendah, secara teknikal hasil pertumbuhan masih di bawah target bank sentral.

Untuk pertumbuhan ekonomi Australia sendiri, saat ini terus melanjutkan pemulihan dan untuk nilai tukar mata uang Aussie dollar masih sesuai harapan. Di sisi lain, transisi ekonomi Tiongkok saat ini tengah berada dalam skala yang belum pernah terlihat sebelumnya, sehingga ketidakpastian akan muncul ke permukaan. [/sdf_text_block][/sdf_col][/sdf_hero]


Tinggalkan Balasan