Jepang turut terseret dalam kondisi inflasi lemah seperti negara-negara lainnya akibat lemahnnya harga minyak sejak pertengahan tahun 2014. Lemahnya aktivitas perekonomian di negara tersebut turut memberikan tekanan turun pada kenaikan harga dalam beberapa bulan terakhir. Terlebih lagi, GDP Jepang untuk bulan Desember dilaporkan terkontraksi hingga 0.4 persen.

BoJ telah berusaha keras untuk mengimbangi rendahnya inflasi di negara mereka termausk dengan menerapkan kebijakan suku bunga negatif yang menuai kontroversi di kalangan dewan BoJ sendiri. Salah satu yang kontra pada kebijakan tersebut adalah Takahide Kiuchi, “Kerugian yang ditimbulkan oleh suku bunga negatif yakni, dapat mereduksi stabilitas sistem finansial dan makin membahayakan pendapatan institusi finansial,” tuturnya dalam pidatonya kemarin.

Penguatan Yen secara signifikan terhadap Dolar AS juga turut berkontibusi pada kelemahan inflasi dan makin menyulitkan kebijakan moneter longgar BoJ. USD/JPY tak juga beranjak menjauhi level rendahnya pasca laporan ini dirilis, dengan diperdagangkan di angka 112.836.

japan-inflation-cpi@2x BoJ Berjuang Keras