in Berita Pasar by heri
Participants_at_the_2015_G20_Summit_in_Turkey-1200x1160 BOE: Jangan Sampai Terjadi Perang Mata Uang
Pada pertemuan G-20 yang berlangsung di Shanghai, China hari ini, Gubernur Bank of England (BOE) Mark Carney menyampaikan pendapatnya soal kebijakan bank sentral dunia akhir-akhir ini. Seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat, Carney menyatakan jangan sampai mayoritas bank sentral dunia terseret dengan perang mata uang yang terjadi saat ini.

Hal tersebut terlihat dari upaya bank-bank tersebut untuk memangkas dan menerapkan suku bunga negatifnya. Menurut Carney hal ini hanya akan menambah permasalahan bagi perekonomian dunia. Memang hal ini sedang dilakukan oleh bank-bank sentral dunia. Sebabnya, persaingan secara global kian ketat ditengah perlambatan ekonomi yang terjadi. “Semua bersaing untuk merendahkan nilai tukarnya agar ekspor bisa terdongkrak dan tentunya bisa jadi stimulus dalam negeri,” kata Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka.

Hal ini disoroti oleh Carney di pertemuan G-20 sebabnya seperempat dari produksi global sekarang diproduksi di negara yang mana tingkat suku bunganya sudah terjun bebas. Efeknya, dipandang Carney, dengan meningkatnya risiko pertumbuhan ekonomi global yang terjebak dalam level rendah, inflasi yang minim dan keseimbangan suku bunga yang terganggu.

“Perlu kebijakan lain untuk berjalan beriringan dengan suku bunga negatif ini. Sehingga tidak hanya terpaku pada memangkas suku bunga,” tutur Carney yang juga merupakan Dewan Stabilitas Keuangan. Dengan begitu, risiko di pasar keuangan global bisa diminimalisir. Pasalnya, sejak awal tahun instrumen di pasar keuangan sudah jatuh tajam dan itu harus diwaspadai.