Beige Book yang mengupas pandangan kantor-kantor Federal Reserve regional dirilis pada hari Rabu. Laporan yang berdampak minor dalam tangga kalender forex tersebut mengipasi pandangan bahwa the Fed akan lambat menaikkan suku bunganya lagi tahun ini, karena kedua belas distrik yang dikupas dalam Beige Book tidak melaporkan adanya perbaikan signifikan kondisi ekonomi dalam periode bulan Januari hingga Februari 2016.

Pertumbuhan ekonomi dideskripsikan sebagai “sederhana” atau “moderat” di enam distrik, turun dari sembilan distrik di laporan periode sebelumnya. Tiga distrik melaporkan aktivitas “beragam”, sedangkan dua lainnya menyebut pertumbuhan stagnan. Sementara Kansas City malah menyebut terjadi penurunan pertumbuhan.

Optimisme jarang disebut dalam laporan tersebut. Hanya responden bidang real estate di New Hampshire, dealer mobil di Philadelphia, dan perusahaan-perusahaan real estate nasional yang dikabarkan optimistis akan outlook ekonomi. Di sisi lain, volatilitas pasar finansial dikutip di Boston, Cleveland, dan Chicago, sebagai alasan mengapa konsumen enggan meningkatkan demand.

Meskipun demikian, kerisauan terkait dampak perlambatan ekonomi China tidak menonjol, dan menurut media MarketWatch hanya disebutkan dua kali dalam laporan tersebut. Sektor pariwisata pun masih menampilkan performa prima di berbagai distrik.

Yang patut digarisbawahi adalah, Beige Book tidak melaporkan adanya peningkatan laju inflasi yang bisa mendorong Fed untuk menaikkan Fed rate. Pertumbuhan gaji masih bervariasi antara stagnan hingga kuat, padahal harga-harga konsumen pun tak mengalami perubahan besar.

Temuan tersebut semakin memperkuat ekspektasi bahwa the Fed tidak akan menaikkan suku bunganya pada rapat FOMC berikutnya tanggal 15-16 Maret. Bank sentral yang dikomandoi Janet Yellen tersebut kemungkinan akan menahan diri guna mendapatkan lebih banyak waktu untuk menganalisa dampak aksi jual besar-besaran di pasar modal yang terjadi pada tujuh pekan pertama tahun 2016.

c_sf_151235_261189_fed_beige_book Beige Book Sinyalkan FED Tunda Kenaikan Suku Bunga