in Belajar Forex, Berita Pasar by yeremia
Setelah beberapa pekan membandel terhadap Dolar AS, Yen akhirnya melemah cukup drastis di hari Jumat (22/04) akhir pekan lalu, disetir oleh ekspektasi pertemuan BoJ esok lusa.

Laporan dari Bloomberg yang menyebut bahwa BOJ tengah menggodok tingkat suku bunga negatif tambahan, membuat Yen dilepas oleh para trader. Di samping penguatan Yen, ekonomi Jepang yang masih terbelit oleh imbas dari lambannya pertumbuhan global serta kenaikan inflasi yang seret, membuat kemungkinan dilonggarkannya kembali kran stimulus BoJ, semakin besar.

Dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal, Kuroda pernah menyinggung masalah Yen dengan mengatakan, “Apabila apresiasi Yen masih sangat besar, maka yang terimbas tak hanya inflasi aktual tapi juga tren inflasi.”

Meski begitu, Haruhiko Kuroda dan rekan-rekannya di BoJ enggan untuk melakukan intervensi mata uang kendati USD/JPY sempat terbenam hingga 108 lantaran mereka masih lebih mengandalkan kebijakan moeneter. BoJ – khususnya Kuroda – masih percaya diri bahwa kebijakan moneter yang diterapkannya pada Jepang akan membantu mendongkrak ekonomi.

Kesimpulannya, apakah BoJ benar-benar akan menambah stimulus atau tidak bulan ini, masih merupakan ketidakpastian. Menurut Kaneo Ogino, Kepala peneliti Forex di Global-info Co Tokyo mengatakan, pasar gugup dalam menyambut kebijakan moneter BoJ pekan ini, sehingga banyak posisi Yen yang akan mengalami penyesuaian hingga akhir April.

c_sf_151602_263481_inflasi_jepang Bank Sentral Jepang Tambah Stimulus?