the-fed Bank Sentral Amerika Masih Bimbang, Suku Bunganya Tetap
Di tengah kondisi ekonomi dunia yang hampir tenggelam dan tingkat belanja konsumen berkurang banyak, bank sentral Amerika yang menjadi perhatian mata pasar keuangan dunia kembali memutuskan tidak mengubah kebijakan moneternya yang terakhir diputuskan pada bulan Desember 2015 lalu. The Fed beralasan kondisi ekonomi Amerika cenderung melambat atau masih jalan ditempat sehingga belum berani melanjutkan normalisasi kebijakannya.

Dalam pertemuan FOMC terakhir di tahun 2015, Fed memutuskan menaikkan suku bunganya setelah hampir satu dekade tidak menaikkannya menjadi 0,5% dan memberikan arahan kenaikan lanjutan pada tahun 2016 sebanyak 4 kali. Namun akhirnya keputusan terakhir direvisi oleh Janet Yellen pada pertemuan bulan Maret lalu yang menyebutkan suku bunga hanya akan dinaikkan 2 kali saja.

Setelah pertemuan 2 hari pekan ini, FOMC menyatakan aktivitas ekonomi Amerika Serikat melambat meskipun kondisi pasar tenaga kerja meningkat dan kekhawatiran resiko buruknya ekonomi dunia mempengaruhi negeri tersebut mereda.

Analis melihat pernyataan tersebut bertentangan dengan data-data ekonomi Amerika yang masuk beberapa pekan terakhir, khususnya dari sektor properti dan juga perdagangan luar negeri selain pasar tenaga kerja. Dari data sektor perumahan yang sudah dirilis terlihat investasi bisnis properti negeri tersebut meningkat demikian juga untuk ekspor alami kenaikan meski moderat.

Dari pernyataan Fed pada pertemuan bulan April ini terlihat bahwa bank sentral Amerika ini kesulitan untuk melakukan aksi normalisasi kebijakannya yang akan dilakukan 2 kali tahun ini, apalagi ada pernyataan bulan Juni akan dinaikkan. Pasar keuangan diharapkan untuk tidak berharap lebih jauh untuk rencana Federal Reserve pada tahun ini mengingat kondisi ekonomi global cenderung membayangi terus ekonomi Amerika meskipun terlihat perbaikan.

Melihat pertumbuhan ekonomi Amerika selama 3 bulan pertama tahun ini, kantor statistik negeri tersebut akan merilis malam nanti data awal PDB Q1-2016 yang diperkirakan akan menunjukkan penurunan data yang cukup signfikan dari posisi 1,4% ke posisi 0,7%. Jika perkiraan ini benar dinyatakan malam nanti maka harapan Fed akan target inflasi 2 persen negeri tersebut masih jauh apalagi harga minyak mentah masih belum terlihat jelas kenaikannya.