bursa1-3-1200x1200 Awal Pekan, IHSG Melaju di Jalur Hijau
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau di awal pekan perdagangan. Pada perdaganganpreopening, IHSG dibuka naik 5,145 poin (0,11%) ke 4.738,294. Smeentara indeks unggulan LQ45 dibuka menguat 1,267 poin (0,15%) ke 829.443.

Pada pembukaan perdagangan, Senin (29/2), IHSG dibuka menguat 5,925 poin (0,13%) ke 4.739,074. Sementara indeks LQ45 dibuka naik 1,328 poin (0,15%) ke 829.387. Mengakhiri perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup ‘lompat’ 74,826 poin (1,61%) ke 4.733,149. Sementara indeks LQ45 ditutup menanjak 16,883 poin (2,08%) ke 828.176.

Merujuk data perdagangan Reuters, dolar AS pagi ini dibuka di Rp 13.386, dibandingkan posisi akhir pekan lalu di Rp 13.358. Adapun kondisi bursa saham Asia pagi ini, antara lain: Indeks Nikkei 225 naik 51,15 poin (0,32%) ke 16.240,73, Indeks Hang Seng turun 101,38 poin (0,52%) ke 19.262,77, Indeks SSE Composite turun 84,53 poin (3,03%) ke 2.681,61, dan Indeks Straits Times turun 2,78 poin (0,10%) ke 2.647,54.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pemodal asing membukukan beli bersih di pasar saham senilai Rp 3,85 triliun pada pekan lalu atau pada periode 22-26 Februari 2016. Kepala Komunikasi Perusahaan BEI Dwi Shara Soekarno dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (28/2) mengemukakan bahwa masuknya dana pemodal asing itu menjadi salah satu yang menopang pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) sehingga kembali melanjutkan tren positifnya.

Pada pekan lalu (22-26 Februari 2016) IHSG menguat 0,76 persen ke posisi 4.733,149 jika dibandingkan penutupan di pekan sebelumnya yang berada di level 4.697,56. Peningkatan IHSG mendorong nilai kapitalisasi pasar menjadi Rp 5.025 triliun. Berdasarkan pertumbuhan level IHSG, pasar modal Indonesia tercatat sebagai salah satu bursa saham yang memberikan imbal hasil sepanjang tahun 2016 ini dibandingkan dengan bursa negara lain. Berdasarkan data BEI, sepanjang tahun 2016 ini IHSG telah meningkat 3,05 persen, tertinggi kedua setelah bursa saham Thailand yang tumbuh 4,27 persen.

Sedangkan kinerja bursa utama dunia lainnya tercatat masih terkoreksi seperti Malaysia tergerus 1,72 persen, Korea Selatan (Indeks KOSPI) turun 2,10 persen, Inggris Raya minus 2,45 persen, Philipina turun 2,60 persen, Amerika Serikat/Indeks Dow Jones turun 5,15 persen, Australia turun 7,47 persen, Indeks Straight Times turun 8,09 persen, India turun 11,37 persen, dan Indeks Hang Seng tergerus 11,64 persen.